27/07/22

"Ummana Rodiyyah"

 



"Ummana Rodiyyah"

Disuatu malam, Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki bermimpi bertemu dengan kakek beliau dari jalur ibu, yaitu Sulthonul Auliya' Syekh Abdul Qodir al-Jilani. Dalam mimpi tersebut Syekh Abdul Qodir berkata: "Wahai anakku, engkau telah melupakanku, sekian lamanya kamu tidak pernah pergi ke baghdad untuk berziarah kepadaku." Kemudian Abuya Muhammad menjawab: "Maaf Syekh, sebenarnya sudah lama aku ingin berziarah kepadamu, namun aku selalu sibuk sehingga tidak sempat untuk pergi ke Baghdad, tapi baiklah untuk kali ini aku akan pergi ke Baghdad untuk berziarah kepadamu, tapi kapan aku akan berangkat?" Lantas Syekh Abdul Qodir menjawab "Besok pagi kamu berangkatlah ke Baghdad, disana nanti kamu akan bertemu dengan seseorang yg bernama Toriq Hakim, dialah yg akan melayanimu selama kamu berada disana."

Setelah jama'ah sholat subuh, Abuya Muhammad masuk kamar dan mempersiapkan segala sesuatu keperluan safar ke Baghdad tanpa sepengetahuan istri dan putra2 beliau, akan tetapi ketika ummuna Rodiyyah masuk kamar dan melihat Abuya memasukkan baju dalam tas seperti orang yang tergesa-gesa untuk bepergian, Ummuna Rodiyyah lantas bertanya: "Mau kemana engkau yaa Sayyid..? Apakah engkau hendak keluar negeri..?"

Abuya Muhammad tidak menggubris pertanyaan Ummuna, hingga mengulang-ngulang sampai ketiga kalinya, hingga Abuya menjawab: tidak, aku tidak mau kemana-mana.

"Apakah engkau hendak ke Baghdad untuk berziarah ke Syekh Abdul Qodir al-Jilani..?" timpal Ummuna Rodhiyyah.

Mendengar pertanyaan itu Abuya Muhammad merasa kaget dan heran seraya bertanya, "Dari mana kamu tahu akan niat dan tujuanku wahai istriku..? Siapa yg memberi tahumu..?" Ummuna Rodhiyyah menjawab, "orang yang tadi malam datang di dalam mimpimu, juga mendatangiku dan memberi tahu akan niat dan tujuanmu."

Kemudian Abuya menceritakan semua apa yang ada di dalam mimpinya pada malam itu. Pada hari itu juga Abuya Muhammad pergi ke Baghdad. Sesampainya disana Abuya langsung disambut seorang laki laki menuju ke makam Syekh Abdul Qodir Al Jilani, yang tidak dikenal dan saling sapa menyapa.

Abuya: "Siapa kamu wahai saudara muslim..?" Lelaki tersebut malah balik bertanya.

Lelaki : "Apakah engkau dari kota makkah..? Apakah engkau Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki..? Apakah engkau termasuk ahlu bait..? Apakah engkau termasuk keturunan dari shohibul hadzal qobri (Syekh Abdul Qodir al Jilani)..?"

Abuya : "Iya benar, dari mana kamu tahu tentang diriku?"

Lelaki : "Semalam sohibul hadzal qobri (sambil menunjuk ke makam Syekh Abdul Qodir al Jilani) mendatangiku dalam mimpi dan memberi tahuku akan kedatanganmu, serta aku disuruh untuk melayanimu selama engkau berada di Baghdad."

Abuya : "Kalau begitu kamu adalah Thoriq Hakim..?"

Lelaki : "Iya benar, dari mana engkau tahu namaku..?"

Abuya : "Tadi malam aku juga bermimpi bertemu dengan Syekh Abdul Qodir al Jilani dan beliau menyuruhku untuk datang kesini serta aku akan dilayani oleh seseorang yang bernama Toriq Hakim."

Semoga dengan mendengar dan membaca kisah para wali ini, kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT

 

 


26/07/22

Mengenal Lebih Dekat Habib Abu Bakar al-Adni Bin Ali al-Masyhur - Yama

Mengenal Lebih Dekat Habib Abu Bakar al-Adni Bin Ali al-Masyhur - Yaman 

Sejak belasan abad yang lalu Hadramaut sudah dikenal sebagai wilayah yang memunculkan para ulama dan auliya', hingga saat ini dari kota tersebut muncul para pendakwah / da'i yang sevara istiqamah mengrnalkan, mengajak umat manusia agar terusendekatkan diri pada Tuhannya.
Ketenaran Hadramaut sebagai pencetak ulama-ulama sohor itu dikenal seantero alam, bahkan saat ini kita kenal para ulama asal kota para wali yang sangat luar biasa.

Di Indonesia, nama al-Habib Umar bin Hafidz dan al-Habib Salim Asyathiri sudah tidak asing di telinga, hal ini sebab keduanya sering melakukan kunjungan dan silaturrahmi ke Indonesia untuk bertemu dengan para ulama di Indonesia dan beberapa murid beliau yang kini tersebar di penjuru Indonesia.

Di Hadramaut ada seorang ulama kharismatik yang cukup dikenal oleh publik Yaman, sebagai salah satu cendikiawan muslim, walaupun di Indonesia namanya tidak sering terdengar sepertihalnya kedua ulama sebelumnya, Namun ketenaran sosok alim sang da'i di kawasan Yaman sudah sampai ke kawasan jazirah.

Beliau adalah al-Habib Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur, ulama yang mempunyai pemikiran cemerlang di Abad ini, seorang ulama rabbani yang sosok da kepribadiannya  bisa menjadi contoh bagi umat Islam.

Biografi Habib Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur

Habib Abu Bakar al-Adni dilahirkan di lingkungan keluarga yang cinta ilmu dan dakwah, tepatnya kota Ahwar pada tahun 1366 H.

Dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius, menjadikannya sejak masih kecil telah menghafal al-Quran.

Lingkungan yang penuh dengan para ulama saat itu, membuatnya berkesempatan untuk belajar pada para ulama yang berada di kawasan Hadramaut, seperti Ahwar, Aden, dan sekitarnya.


Habib Abu Bakar al-Adni Bin Ali al-Masyhur Dan Habib Umar

Menurut penuturannya, Sejak berumur 14 tahun  telah dilatih oleh ayahnya yakni al-Habib Ali al-Masyhur untuk berdakwah.

Bahkan diusia yang cukup belia itu sang ayah sudah sering memerintahnya untuk menyusun konsep khutbah jumat, kemudian dibaca didepan sang ayah sebelum disampaikan di atas mimbar.
Sosok sang ayah sangat melekat pada diri sang anak, bahkan hampir disemua sisi hidupnya banyak dipengaruhi dan didik oleh sang ayah.

Selain mengajarkan disiplin pada waktu, sang ayah juga sangat perhatian pada pendidikan keluarga  disamping juga sebagai pendidik yang mengajarkan arti dan tujuan hidup.
Disamping belajar kepada sang ayah, Habib Abu Bakar juga belajar krepada para ulama secara tradisional maupun menimba ilmu secara formal di sekolah, hingga akhirnya lulus dari Universitas Aden jurusan tarbiah.

Masa Remaja Habib Abu Bakar al-Adni

Dalam kitab al-Khuruj Min Dairatul Hamra, beliau menceritakan saat masa remaja, dilalui olehnya dan keluarga di bawah tekanan pemerintah. Hingga akhirnya beliau dan keluarga terpaksa harus keluar dari Yaman menuju Arab Saudi.

Di Hijaz, dia diperintahkan sang ayah untuk menjadi Imam salat, dan mengisi pengajian, menjadi khatib di salah satu Masjid di Jedah. Mula-mula beliau ingin melanjutkan studinya ke al-Azhar Mesir, namun kedua orang tuanya tidak berkenan, dan memintanya untuk mendalami ilmu agam kepada al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf.

Saat menjadi murid Habib Abdul Qadir ini, keinginan untuk melanjutkan studi ke Mesir semakin sirna, sebab beliau mendapati sosok gurunya sebagai tujuan utamanya.

Beliau pernah berkata tentang sang guru yang tak lain Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf:

 “keinginanku untuk belajar kemesir menjadi lenyap setelah aku berjumpa dengan al-Habib Abdul Qadir, sebab tujuan dan keinginanku telah ku jumpai di kota ini, sesuatu yang ku temukan pada diri al-Habib Abdulqadir adalah luasnya masyhad, ilmu yang memadai, kejernihan akal, dan kesungguhan orentasi serta akhlak nubuwah yang sempurna”

Habib Abubakar mulai dekat dengan sang guru, yaitu Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf, hingga sang murid banyak sekali menyelesaikan pelajaran dan membacakannya di depan sang guru, dan sebab ini pula beliau menjadi murid istimewa bagi sang guru.

Kembali Ketanah Kelahiran

Setelah Yaman selatan bersih dari pemerintahan komunis,  dan munculnya persatuan rakyat Yaman, Habib Abu Bakar kembali ke tanah kelahirannya, dan beliau termasuk ulama pertama yang mempropagandakan persatuan pemikiran dan jiwa pada masyarakat Yaman setelah Negara mereka bersatu.

Saat itulah kiprah beliau Habib Abu Bakar al-Adni mulai tampak, sepak terjang dalam dunia pendidikan sangat tampak sekali, hal itu terbukti saat beliau membuka puluhan pondok pesantren diberbagai pelosok negeri Yaman, serta pusat-pusat pendidikan yang jumlahnya tidak kurang dari 83 cabang.

Kemampunya menggabungkan konsep pendidikan moderen dengan pendidikan tradisional menjadikan mayoritas murid-muridnya menjadi sarjana dan cendikiawan yang ikut mewarnai dakwh di Yaman.

Selain aktifitas mengajar, beliau juga aktif mengadakan seminar dan kajian intensif seputar dakwah dan ilmu keislaman, begitu juga beliau banyak mendidirikan forum kajian atau yang lebih dikenal dengan istilah muntadayat diberbagai kawasan di Yaman.

Gagasan Dan Pemikiran Habib Abu Bakar al-Adni

Tak sedikit gagasan dan pemikiran Habib Abu Bakar al-Adni membantu menyelesaikan problematika Umat, dan pemikiran tersebut dituangkan di lebih dari 150 karya, baik di bidang Fikih, Sejarah, Akidah, Sastra, Metode Dakwah, dan yang menarik adalah karya-karya dengan pemilikiran yang cukup baru, dan belum pernah dijelaskan oleh ulama pendahulunya.

Fikih Tahawwulat, kiranya menjadi salah satu contoh dari buah kedalaman ilmu dan kecerdasan intelektualnya, apakah itu Fiqih tahawwulat?

Konsep Fiqih Tahawwulat

Kaum Muslimin, sejak lama mengenal rukun agama terbagi menjadi tiga, yaitu  Islam, Iman dan Ihsan. Ketiga rukun agama tersebut wajib diketahui orang Islam yang mukallaf, dengan landasan hadits Jibril.

Namun  Dari hadits itulah habib Abubakar berpendapat bahwa rukun agama sebenarnya ada empat, dengan tambahan mengetahui tanda-tanda kiamat. Rukun ke empat ini di istilahkan oleh beliau dengan istilah fiqih tahawwulat.

Perbedaan ketiga rukun dengan rukun yang terakhir ini adalah, ketiga rukun agama bersifat tetap dan tidak ada perubahan, sementara rukun ke-empat bersifat kondisional dan cendrung berubah-rubah tergantung dengan kondisi dan masanya.

Sementara faidah mengetahui fiqih ini adalah: mengetahui sikap yang benar dalam menyikapi berbagai fitnah yang timbul disepanjang masa, dengan berdasarkan nas nabawiy.
Dimana fitnah yang menjadi tanda-tanda kiamat akan terjadi sepanjang masa, sejak masa Rasulullah hingga pada puncak terjadinya kiamat.

Yang menarik, seperti halnya dengan ulasan tentang ketiga rukun agama, Istinbat/pengambilan fiqih tahawwulat ini berdasarkan teks-teks suci/al-Quran dan Hadits dengan menggabungkan antara sejarah peradaban dan realitas masyarakat saat ini.

Demikianlah ulasan tentang sosok "Habib Abu Bakar al-Adni Bin Ali al-Masyhur - Yaman" semoga untaian barokah ilmu senantiasa mengalir kepada kita semua amin.

 

 

19/07/22

Surah Ar-Ra'ad ayat 11

  إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. 

27/06/22

SURAT TERBUKA UNTUK LAKI-LAKI TERHEBTAKU


Dear lelaki terhebatku,

Yang paling bisa menyembunyikan lelah. Bibirmu yang kering terpaksa tersenyum untuk menunjukkan bahwa semua baik-baik saja. Rela jatuh bangun demi kebahagiaan orang-orang yang kamu cintai.

Di tanganmu semua urusan harus beres. Semua beban sanggup kamu tanggung sendiri. Semua masalah harus bisa kamu selesaikan sendiri. Bahkan, permasalahan yang rumit dan membahayakan sekalipun. Kamu pandai memendam karena kamu malu jika seorang laki-laki harus mengeluh.

Kamu bekerja semaksimal mungkin sampai keluar urat-urat di tangan dan lehermu. Kamu rela mengambil pekerjaan apapun untuk memenuhi kebutuhan. Karena kamu paham, laki-laki itu dihargai dari tanggung jawabnya (kerja kerasnya) bukan dari banyak omongnya.

Wahai lelaki terhebatku, teruslah semangat dan tersenyum. Seberat apapun yang sedang kamu upayakan, yakinlah kamu mampu. Karena ada doa orang-orang yang mencintaimu.

Sukorejo, 28 Juni 2022
Anakmu, #Ilham Akbar

26/06/22

MAKNA KECERDASAN



MAKNA KECERDASAN

Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya.

Lalu saya bercerita, ada 4 anak yg mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.

Anak ke 1 : Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematika dan fisika.

.

Lalu psikolog tanya kepada siswa saya? Apakah anak ini cerdas?... dijawab serentak sekelas ... iya ... Dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita ...

Anak ke 2 : Dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan ke pedagang dan dia bersorak ... yesss ... laku Rp 5.000.

Kembali saya bertanya ke anak-anak dikelas ... apakah anak ini cerdas?...

Anak-anak menjawab iyaa ... Dia anak yg cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita...

Anak ke 3 : Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? _Ini kelapanya jatuh, mau saya kembalikan kepada yang punya pohon._

Saya bertanya kepada anak-anak ... apakah anak ini cerdas?... anak-anak dengan mantap

menjawab ... iya ... dia anak yang cerdas.

Sayapun melanjutkan cerita ke empat ...

Anak ke 4 : Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorang kakek yg tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. "Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya".

Lalu saya bertanya ... apakah anak ini, anak yg cerdas? Anak-anak menjawab,

iya ... dia anak yang cerdas.

Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yg cerdas.

Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki "Kecerdas-unikan-nya".

Dan mereka ingin dihargai "Kecerdas-unikan-nya" tersebut.......

Namun ... yang sering terjadi ... di dunia kita, dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ?

"Kecerdasan Anak Pertama, Kecerdasan Akademik", Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN.

Sedangkan...

"Kecerdasan Finansial" (anak no 2), "Kecerdasan Karakter" (anak no 3) dan "Kecerdasan Sosial" (anak no 4).

Belum ada ruang yg diberikan Negara untuk mengakui kecerdasan mereka.

.Anak Ayah Bunda termasuk nomor berapa?

.

Anak anda semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan "Keunikan dan Kecerdasan-nya" masing-masing...

Hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.

Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing, dan siapkan mereka dengan 4 kecerdasan (Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial) sebagai pedoman dimana mereka akan mengarungi lautan hidup kelak.

Tiap manusia lahir dengan kecerdasan dan keunikan masing-masing

Sumber : Indonesia Belajar Parenting

  Ilham Akbar, S.Pd

22/06/22

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini


 

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini

=========================

1. Keyakinan umum...

* Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yang tepat untuk ditanamkan ilmu, agar anak tumbuh cerdas

* Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.

2. Sehingga...

Ada orang tua yang menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yang masuk prasekolah diusia 1,5-2 tahun.

3. Mari kita bercermin...

* Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi persaingan zaman?

* Apakah kita disiapkan menjadi orang tua?

* Apakah memiliki bekal yang cukup dalam mengasuh?

* Bagaimana innerchild diri kita?

4. Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua, sehingga tidak punya kesabaran & endurance untuk jadi orang tua.

5. Ilmu yang kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.

Ilmu yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yang salah).

Sayangnya false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yang salah pada sekelompok orang).

Jika orang tua tidak memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yang baik, false belief akibat ilmu yang serba tanggung itu jadi pembenaran bersama atas keputusan kita yang keliru.

6. Pintar ada waktunya!

Karena yang berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini harus jadi anak yang bahagia, bukan jadi anak yg pintar!

7. Kita berpikir...

"Kan di sekolah belajarnya sambil bermain"

"Kan anak perlu belajar sosialisasi"

"Kan anak jadi belajar berbagi & bermain bersama"

Padahal...

* Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dengan beragam orang

* Saat anak diusia dini, otak anak yang paling pesat berkembang adalah pusat perasaannya, bukan pusat berpikirnya.

8. Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!

Taukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dengan ayah ibu juga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek, petak umpet.

9. Di sekolah, mainan lebih lengkap.

Permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak dengan permainan yang siap pakai.

Contoh: karpet jadi mobil, panci jadi topi.

10. Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.

Anak <5 th belum saatnya belajar sosialisasi.

Ia belum bisa bermain bersama. Mereka baru bisa bermain bersama-sama.

Bermain bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tidak berbagi mainan yang sama (menggunakan mainan masing-masing)

Bermain bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yang sama.

11. Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.

Aturan & instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yang harus anak ikuti? Apa yg dirasakan anak?

Analogi: Seorang anak <5 thn yang sangat berbakat dalam memasak, dimasukkan ke sekolah memasak. Di sekolah itu, dia diajari berbagai aturan memasak yang banyak, dilatih oleh beberapa instruktur sekaligus. Yang dirasakan anak: pusing!

12. Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.

Kita tidak tahu kapan kanker akan muncul & dalam jenis apa.

Otaknya belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.

Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely Afraid-Angry Stress Tired).

anak yg mengalami BLAST, lebih rentan menjadi pelaku & korban bullying, pornografi & kejahatan seksual.

13. Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah...

Sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, karena memang ada anak yang mampu sekolah lebih cepat dari ketentuan umum yang berlaku. Orang tua harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada ditangan orang tua karena otak anak belum sempurna bersambungan.

14. Ciri anak memasuki masa teachable moment.

* Menunjukkan minat untuk sekolah

* Minat tersebut bersifat menetap

* Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

15. Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?

* TK A → usia 5 th

* TK B → usia 6 th

* SD → usia 7 th

Dibawah usia 5 th, anak tidak perlu bersekolah.

Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.

Jangan kau cabut anak-anak dari dunianya terlalu cepat, karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang kekanakan.

21/06/22

Terlalu Pengecut, Tak Pernah Sanggup Melupakan Saat Luka Telah Berserakan


Saat aku tahu bahwa kau tak lagi memberikan rasamu padaku, sejak saat itu pula aku memutuskan untuk berhenti mencari tahu tentangmu.

Namun, hati ini seperti memaksaku untuk terus bertahan dalam sebuah ketidakpastian akan hubungan yang cukup lama kita jalani berdua.

Terkadang, aku mengutuk diriku sebab masih menyimpan seribu harap padamu. Tetapi di sisi lain, aku masih saja melakukan hal itu.

Aku mencoba belajar mem b e n c i, tetapi sia-sia. Lalu kucoba mengingat-ingat kembali jenis-jenis luka yang kau suguhkan tempo hari, tetap saja tak berguna.

Hatiku masih seutuhnya milikmu, meski sudah banyak goresan bekas luka lama yang tak kunjung pulih dan sakitnya masih belum reda.

Kau terlalu hebat, membuatku mencintaimu dengan segala ke b o d o h a n ku yang selalu merasa baik-baik saja, ketika dengan sangat sengaja kau patahkan beberapa bagian hingga menjadi sekecil-kecilnya.

Atau mungkin karena aku, yang terlalu pengecut untuk meninggalkan dan membiarkan dia menjadikanmu seorang ratu selayaknya yang pernah kulakukan dahulu.
_____________________________

IAPW, 21 Juni 2016  

Mau sampai kapan?



Mau sampai kapan? Kamu menyukai seseorang, yang jelas-jelas dia sudah jadi milik orang lain.

Menunggu takdir mengembalikannya kepada dirimu? Ok, lakukanlah. Sampai kamu benar-benar disadarkan dan dilukai oleh kenyataan.


Salah satu cara pendidikan Sekolah di China

 

Ciri khas sekolah dasar di China adalah ada waktu tidur siang. Sekolah di Handan, Hebei ini punya ide bagus. Meja dan kursi di atur sehingga bisa jadi tempat tidur.

Anak anak sehabis makan siang, istirahat lalu tidur siang jadi begitu bangun tidur badan segar kembali dan siap menerima pelajaran kembali 😀

Andai ada di indonesia ga akan ada anak yg tidur di kelas pas jam belajar sekolah 😁

03/06/22

Kau Perempuan Terhebat

 

Kau Perempuan Terhebat

Senyummu menggetarkan dunia

Bagai bara yang luluhkan besi

Kau mahluk tuhan yang unik penuh misteri

Cantik, menarik, anggun rupawan, menawan

 

Kau diukir dari tulang rusuk Adam (konon katanya)

Begitu hebatnya dirimu

Air matamu air mata suci

Kelembutanmu seperti sutera

Kasih sayngmu melebihi samudra

Cinta kasihmu taka da hijam yang membatasi

 

Kau bukan ibu raden ajeng kartini

Kau bukan cut nyak dien

Tapi kau wanita yang hebat

Wanita yang kuat

Wanita tangguh

Kau wanita Indonesia

Wanita yang sangat mulia                                                            

Wanita penuh dedikasi

 

Otot bukan senjatamu

Pedang bukan sifatmu

Cinta, kasih sayanglah senjata terdahsyatmu

Itulah jiwa dan hatimu

 

Kau genggam dunia dengan senyummu

Kau rangkul ngarai dengan kebajikan

Kau kepal samudra dengan kelembutan

Kaulah perempuan terhebat

#29 Mei 2022

Tentang Penulis

Ilham Akbar, laki-laki pesantren pengagum malam dan semesta. Saat ini sedang dalam proses menerbitkan beberapa antologi. Jejaknya bisa dilacak di akun Instagram ; IlhamAkbar3107 atau Facebook ; Ilham Akbar Pratama Wijaya. Kicauannya kadang terselip di akun blogernya :ilhamakbar031097.blogspot.com

 

AGAR ANAK BETAH DI PONDOK PESANTREN


 AGAR ANAK BETAH DI PONDOK PESANTREN

Salah satu cara agar anak mendapat pendidikan agama dengan intensif dan baik adalah dengan memasukannya ke pondok pesantren. Namun, tak sedikit anak yang tak betah ketika mondok. Berikut beberapa tips yang harus dilakukan orang tua, agar anak betah. Semoga cocok untuk Anda dan si buah hati.

Pertama, tumbuhkan kesadaran pada anak mengapa dirinya masuk pesantren. Jauh hari sebelum hari H, bahkan satu dua tahun sebelum anak dimasukan ke pesantren, tumbuhkanlah kesadaran kepada anak mengapa dirinya harus masuk pesantren. Sehingga anak sadar, bahwa pesantren adalah pilihan yang tepat untuk memperdalam agama secara intensif dan baik. Masuk ponpes bukan untuk liburan atau berleha-leha. Jadi, tidak timbul perasaan yang tidak-tidak pada diri anak, seperti merasa dibuang atau dikucilkan oleh keluarga serta siap mental dengan fasilitas yang minim.

Kedua, orang tua harus benar-benar merelakan anaknya mondok dan jauh dari orang tua. Sehingga saat hari H melepas anak masuk pesantren, yang terlihat adalah wajah ceria dan senyuman orang tua. Insyaallah, anak akan lebih cepat betah di pondok. Sebaliknya, rasa berat hati yang tercermin dari raut muka dan air mata orang tua saat perpisahan itulah yang membuat anak jadi tidak betah. Karena wajah terakhir saat perpisahanlah yang akan terus terbayang di benak anak sampai akhirnya berjumpa kembali.

Ketiga, semangati dan berikanlah hikmah setiap masalah yang dicurhatkan anak. Bulan-bulan awal bahkan setahun pertama, anak tentu saja akan merasa berat tinggal di pesantren karena aturan dan kebiasaan yang berbeda 180 derajat dengan di rumah. Maka, setiap menengok atau ada kesempatan berkomunikasi, semangatilah terus agar anak tetap betah. Dan berilah hikmah setiap masalah yang dicurhatkan anak.

Misal, dengan kebiasaan cuci baju sendiri, bangun jam 3 pagi, jadwal makan yang ketat sekali, dan berbagai keprihatinan lain yang dirasakan anak, sampaikanlah bahwa itu semua merupakan tempaan agar mental sang anak jadi kuat dan bisa hidup mandiri. Mental yang kuat dan hidup mandiri itu sangat diperlukan saat dirinya dewasa kelak. Karena kehidupan di masa depan lebih berat lagi.

Keempat, tunjukkan rasa bangga. Setiap menjenguk, jangan lupa tunjukkan rasa bangga orang tua kepada anak yang masih bertahan di pondok. Apalagi ketika anak menunjukkan prestasinya, rasa bangga harus lebih ditunjukkan lagi.

Kelima, jangan sering menengok atau berkomunikasi dengan anak. Setiap kangen, baiknya banyak-banyak mendoakan saja, jangan sering-sering menengok atau berkomunikasi dengan anak. Karena kalau terlalu sering ditengok atau ditelepon, dikhawatirkan anak akan sulit betah di pondok dan menjadi sangat merindukan suasana di rumah.

Semoga tips di atas cocok untuk Anda dan si buah hati. Selamat mencoba. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang paham agama dan mengamalkannya dengan baik dan menjadi ladang pahala jariah kita. Aamiin.[]

#Ilham Akbar, S.Pd

 

09/05/22

Surat Cinta untuk Perempuan


Surat Cinta untuk Perempuan.

Adalah seorang perempuan dengan kepak sayap bidadari bertelapak kaki surga. Dari rahimnya lahir kehidupan-kehidupan baru. Ia perempuan yang mampu mempertaruhkan banyak hal; kecantikan, kebebasan dan ketenaran demi anaknya terurus dengan baik. Kandungannya adalah rumah ternyaman, dan buah dadanya mengalirkan sumber kehidupan. Nyawanya ia pertaruhkan demi memastikan lahirnya kehidupan baru.

Sembilan bulan adalah waktu yang cukup lama dengan penderitaan yang sangat panjang. Tubuhnya adalah tubuh kemulian yang melahirkan orang-orang hebat. Ia menyulam tangis menjadi tawa, derita menjadi suka cita, dalam pelukannya ada cinta yang tak mampu didefinisikan, dialah kesempurnaan cinta dan dialah keseriusan perjuangan.

Inilah pembuktian hebatnya cinta seorang perempuan. Ia diberi cinta, ia akan mengembalikannya berkali-kali lipat lebih besar, ia diberi ketulusan, maka hidupnya akan didedikasikan seutuhnya untukmu, ia diberi benih, maka ia akan melahirkan kehidupan.

"Salam hormat untuk kalian wanita-wanita perkasa yang sudah sangat berjasa menghadirkan kehidupan-kedupan baru."

Seribu puisi indah tak akan mampu mendefinisikan besarnya cinta kalian. Terima kasih sudah menjadi pelengkap dan bagian dari tulang dan daging kami.

 

_Ilham Akbar PW_

Sukorejo, 10 Mei 2022

 

INDUSTRIALIASI PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANA NASIB PRODI ILMU KEAGAMAAN?

Oleh: Dr. Kholili Hasib Dipublikasikan ulang oleh: Ilham Akbar, M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti sainte...