Jika
Anak Sekolah Terlalu Dini
=========================
1.
Keyakinan umum...
*
Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yang tepat untuk ditanamkan
ilmu, agar anak tumbuh cerdas
*
Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.
2.
Sehingga...
Ada
orang tua yang menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yang masuk prasekolah
diusia 1,5-2 tahun.
3.
Mari kita bercermin...
*
Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi
persaingan zaman?
*
Apakah kita disiapkan menjadi orang tua?
*
Apakah memiliki bekal yang cukup dalam mengasuh?
*
Bagaimana innerchild diri kita?
4.
Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua,
sehingga tidak punya kesabaran & endurance untuk jadi orang tua.
5.
Ilmu yang kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.
Ilmu
yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yang salah).
Sayangnya
false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yang
salah pada sekelompok orang).
Jika
orang tua tidak memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yang baik, false
belief akibat ilmu yang serba tanggung itu jadi pembenaran bersama atas
keputusan kita yang keliru.
6.
Pintar ada waktunya!
Karena
yang berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini harus jadi anak yang
bahagia, bukan jadi anak yg pintar!
7.
Kita berpikir...
"Kan
di sekolah belajarnya sambil bermain"
"Kan
anak perlu belajar sosialisasi"
"Kan
anak jadi belajar berbagi & bermain bersama"
Padahal...
*
Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dengan beragam orang
*
Saat anak diusia dini, otak anak yang paling pesat berkembang adalah pusat
perasaannya, bukan pusat berpikirnya.
8.
Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!
Taukah
ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dengan ayah ibu
juga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka
jelek, petak umpet.
9.
Di sekolah, mainan lebih lengkap.
Permainan
paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak
dengan permainan yang siap pakai.
Contoh:
karpet jadi mobil, panci jadi topi.
10.
Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.
Anak
<5 th belum saatnya belajar sosialisasi.
Ia
belum bisa bermain bersama. Mereka baru bisa bermain bersama-sama.
Bermain
bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tidak berbagi mainan
yang sama (menggunakan mainan masing-masing)
Bermain
bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yang sama.
11.
Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.
Aturan
& instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada
aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yang harus anak ikuti? Apa
yg dirasakan anak?
Analogi:
Seorang anak <5 thn yang sangat berbakat dalam memasak, dimasukkan ke
sekolah memasak. Di sekolah itu, dia diajari berbagai aturan memasak yang
banyak, dilatih oleh beberapa instruktur sekaligus. Yang dirasakan anak:
pusing!
12.
Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.
Kita
tidak tahu kapan kanker akan muncul & dalam jenis apa.
Otaknya
belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.
Semakin
muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely
Afraid-Angry Stress Tired).
anak
yg mengalami BLAST, lebih rentan menjadi pelaku & korban bullying,
pornografi & kejahatan seksual.
13.
Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah...
Sekolah
itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, karena
memang ada anak yang mampu sekolah lebih cepat dari ketentuan umum yang
berlaku. Orang tua harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada
ditangan orang tua karena otak anak belum sempurna bersambungan.
14.
Ciri anak memasuki masa teachable moment.
*
Menunjukkan minat untuk sekolah
*
Minat tersebut bersifat menetap
*
Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.
15.
Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?
*
TK A → usia 5 th
*
TK B → usia 6 th
*
SD → usia 7 th
Dibawah
usia 5 th, anak tidak perlu bersekolah.
Kebutuhan
anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.
Jangan kau cabut anak-anak dari dunianya terlalu cepat, karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang kekanakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar