Saat aku tahu
bahwa kau tak lagi memberikan rasamu padaku, sejak saat itu pula aku memutuskan
untuk berhenti mencari tahu tentangmu.
Namun, hati ini seperti memaksaku untuk terus bertahan dalam sebuah
ketidakpastian akan hubungan yang cukup lama kita jalani berdua.
Terkadang, aku mengutuk diriku sebab masih menyimpan seribu harap padamu.
Tetapi di sisi lain, aku masih saja melakukan hal itu.
Aku mencoba belajar mem b e n c i, tetapi sia-sia. Lalu kucoba mengingat-ingat
kembali jenis-jenis luka yang kau suguhkan tempo hari, tetap saja tak berguna.
Hatiku masih seutuhnya milikmu, meski sudah banyak goresan bekas luka lama yang
tak kunjung pulih dan sakitnya masih belum reda.
Kau terlalu hebat, membuatku mencintaimu dengan segala ke b o d o h a n ku yang
selalu merasa baik-baik saja, ketika dengan sangat sengaja kau patahkan
beberapa bagian hingga menjadi sekecil-kecilnya.
Atau mungkin karena aku, yang terlalu pengecut untuk meninggalkan dan
membiarkan dia menjadikanmu seorang ratu selayaknya yang pernah kulakukan dahulu.
_____________________________
IAPW, 21 Juni 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar