02/02/25

Membaca Buku

 “Saya telah membaca banyak buku, dan saya telah melupakan sebagian besarnya; Lalu apa gunanya membaca?

Ini adalah pertanyaan yang pernah diajukan seorang siswa kepada gurunya. Guru tidak menanggapi pada saat itu; Namun, setelah beberapa hari, ketika ia dan pelajar muda itu sedang duduk di dekat sungai, ia berkata bahwa ia haus dan meminta anak laki-laki itu untuk membawakannya air menggunakan saringan tua dan kotor yang terletak di tanah.

Siswa itu terkejut, karena dia tahu itu adalah permintaan yang tidak masuk akal. Akan tetapi, ia tidak dapat menentang tuannya dan setelah mengambil saringan, ia mulai melaksanakan tugas yang tidak masuk akal ini.

Setiap kali ia mencelupkan saringannya ke sungai untuk mengambil air guna dibawa kepada tuannya, ia bahkan tidak dapat melangkah ke arahnya karena tidak ada setetes air pun yang tersisa di saringan itu.

Ia mencoba dan mencoba puluhan kali, tetapi tidak peduli seberapa keras ia mencoba berlari lebih cepat dari tepi pantai menuju tuannya, air terus melewati semua lubang di saringan dan ia tersesat di sepanjang jalan.

Karena kelelahan, ia duduk di sebelah Sang Guru dan berkata: "Saya tidak dapat mengambil air melalui saringan itu; maafkan saya, Guru, itu tidak mungkin dan saya telah gagal dalam tugas saya."

“Tidak,” jawab lelaki tua itu sambil tersenyum, “kamu tidak gagal. Lihatlah saringannya, sekarang berkilau, bersih, seperti baru. Air yang merembes melalui lubang-lubangnya telah membersihkannya."

“Ketika kamu membaca buku,” lanjut Sang Guru Tua, “kamu bagaikan saringan dan buku-buku itu bagaikan air sungai. Tidak masalah jika Anda tidak dapat menyimpan dalam ingatan Anda semua air yang mengalir melalui Anda, karena buku; Namun, dengan ide-idenya, emosi, perasaan, pengetahuan..., kebenaran yang akan Anda temukan di antara halaman-halamannya, semuanya akan membersihkan pikiran dan jiwa Anda, dan menjadikan Anda pribadi yang lebih baik dan baru. "Inilah tujuan membaca."

#Ilham Akbar Pratama Wijaya

28/01/25

BERDAKWAH MELALUI PROFESI

“Apapun profesi kalian, kalian harus berdakwah melalui profesi tersebut,” demikian pesan Kiai Fawaid kepada para santri yang akan meninggalkan pondok, sebagaimana dalam buku Wejangan Kiai As’ad dan Fawaid 

Pesan ini mencerminkan pandangan Kiai Fawaid tentang pentingnya dakwah yang melampaui batas profesi. Kiai Fawaid sangat mendambakan agar para santrinya sukses berdakwah di tengah masyarakat. Ia menyadari bahwa tidak semua alumni Sukorejo akan menjadi kiai. Sebagian akan menjadi petani, pedagang, pejabat, dan berbagai profesi lainnya. “Santri saya berprofesi sebagai apapun, yang penting selalu berdakwah, berdakwah, dan selalu berdakwah! Hendaknya, mereka selalu memberi motivasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pesan Kiai Fawaid memiliki dimensi psikologis yang mendalam, terutama dalam konteks bagaimana individu dapat membawa nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan profesional mereka. 

Dalam psikologi, integrasi peran adalah proses di mana individu menggabungkan berbagai aspek identitas mereka ke dalam satu kesatuan yang harmonis. Dengan mendorong santrinya untuk berdakwah melalui profesi mereka, Kiai Fawaid membantu mereka mengintegrasikan identitas religius dengan identitas profesional. Hal ini memungkinkan santri untuk melihat profesi mereka bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islami.

Pesan Kiai Fawaid juga berfungsi sebagai bentuk pemberdayaan. Dengan menyatakan bahwa setiap profesi dapat menjadi media dakwah, ia membangun self-efficacy atau keyakinan santri pada kemampuan mereka untuk berkontribusi dalam dakwah, apa pun profesi yang mereka pilih. Teori self-efficacy oleh Albert Bandura menyatakan bahwa keyakinan seseorang pada kemampuannya mempengaruhi bagaimana mereka menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. Dengan demikian, pesan ini memotivasi santri untuk melihat setiap profesi sebagai peluang untuk memberikan dampak positif.

Dalam psikologi eksistensial, memiliki makna dan tujuan dalam hidup adalah kunci untuk kesejahteraan mental. Dengan mendorong santri untuk berdakwah melalui profesi mereka, Kiai Fawaid membantu mereka menemukan makna dalam pekerjaan mereka. Ini tidak hanya memberikan rasa tujuan yang kuat tetapi juga memperkuat komitmen mereka untuk terus belajar dan berkontribusi kepada masyarakat.

Pesan Kiai Fawaid mendorong santri untuk menjadi pemimpin transformasional dalam komunitas mereka. Kepemimpinan transformasional adalah konsep dalam psikologi di mana pemimpin memotivasi dan menginspirasi pengikut untuk mencapai lebih dari yang mereka anggap mungkin. Dengan mendorong santri untuk berdakwah melalui profesi, Kiai Fawaid membimbing mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif, memberikan motivasi, dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang di sekitar mereka.

Dakwah melalui profesi juga mencerminkan nilai-nilai empati dan pelayanan. Dalam psikologi, empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan berdakwah melalui profesi, santri dilatih untuk memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang berbasis nilai-nilai Islam. Ini menjadikan dakwah tidak hanya sebagai penyampaian pesan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

Dengan demikian, pesan Kiai Fawaid menegaskan bahwa dakwah tidak terbatas pada ceramah di mimbar, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai profesi. Ini adalah pesan yang kuat tentang bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan harmoni antara pekerjaan dan keimanan. Dengan berdakwah melalui profesi, santri tidak hanya memperkuat identitas mereka tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat. Pesan ini menginspirasi untuk melihat setiap profesi sebagai ladang dakwah dan kesempatan untuk menyebarkan kebaikan

06/01/25

SEBELUM BERHENTI, MENGABDI DULU

"Lulusan (pondok) sini, diharapkan untuk ikut mengajar (sebelum berhenti mondok). Mengapa? Pertama, biar ilmunya barokah. Kedua, kalau sudah pulang ke masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu yang kuat untuk mendidik anak-anak," begitu pesan Kiai As'ad kepada para santri senior, sebagaimana tercatat dalam buku Wejangan Kiai As'ad dan Kiai Fawaid. 


Nasihat ini menyimpan pesan mendalam yang tak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan santri dari sisi psikologis.


Mengajar sebelum meninggalkan pondok bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah proses pembelajaran aktif yang dikenal dalam psikologi pendidikan sebagai experiential learning atau pembelajaran pengalaman. Dalam proses ini, santri tidak hanya menyampaikan ulang ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka. Mereka belajar berkomunikasi, berpikir kritis, dan mengasah keterampilan, yang semuanya berkontribusi pada internalisasi ilmu sehingga menjadi lebih barokah, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.


Dari sudut pandang psikologis, pengalaman mengajar ini membangun self-efficacy atau keyakinan pada kemampuan diri. Teori yang diperkenalkan oleh psikolog Albert Bandura menekankan bahwa pengalaman keberhasilan, seperti saat mengajar, membantu seseorang membangun kepercayaan diri. Saat santri menghadapi tantangan dalam mengajar, mereka belajar untuk menemukan solusi dan mengatasi masalah, yang memperkuat rasa percaya diri mereka.


Mengajar juga melibatkan interaksi sosial yang melatih kemampuan berkomunikasi dan empati. Santri belajar memahami kebutuhan murid, yang mengasah kompetensi sosial dan emosional mereka. Keterampilan ini sangat berharga ketika mereka kembali ke masyarakat untuk mendidik generasi berikutnya.


Carol Dweck, dengan konsep growth mindset, menekankan bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang melalui usaha. Proses mengajar memberikan santri kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh. Mereka tidak hanya menyebarkan ilmu tetapi juga memperbaiki kelemahan dan mengembangkan potensi diri. Hal ini menciptakan ruang bagi santri untuk mengadopsi mindset bahwa belajar adalah proses yang berkelanjutan.


Mengajar juga merupakan cara untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur yang diajarkan selama mondok. Dengan berbagi ilmu, santri menyadari bahwa ilmu adalah amanah yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan. Pengalaman ini membantu mereka menemukan makna dan tujuan hidup, yang penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mereka.


Dalam teori peran sosial (role theory), individu perlu belajar peran yang akan mereka jalankan di masyarakat. Melalui pengalaman mengajar, santri dilatih untuk menjadi pendidik, pemimpin, atau teladan. Mereka memperoleh rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.


Pesan Kiai As'ad bukan sekadar nasihat, melainkan strategi psikologis yang kuat untuk mempersiapkan santri menjadi individu yang matang, percaya diri, dan berdaya guna di masyarakat. Dengan mengajar, santri tidak hanya memperdalam ilmu mereka, tetapi juga mengembangkan aspek-aspek psikologis yang akan menjadi bekal besar dalam kehidupan mereka. Sebuah dawuh yang sederhana, namun sarat makna dan manfaat.

04/01/25

PERBANYAK RIYADHAH

”Tapa-e jiwa kalian dengan memperbanyak riyadhah.” Begitulah dawuh Kiai As’ad kepada para santrinya, sebagaimana dalam buku Wejangan Kiai As’ad dan Kiai Fawaid. 


Kiai As’ad berharap agar santrinya menyucikan jiwanya dengan memperbanyak tirakat. Tirakat ini termasuk pembentukan mental dan karakter para santri, yang oleh kalangan pesantren dikenal dengan istilah penanaman jiwa tauhid dan akhlakul karimah. Para santri diajari hidup sederhana, menjalani laku tirakat, dan hidup mandiri. Para santri diwajibkan hidup bersama-sama sependeritaan 


Dawuh Kiai As'ad tentang pentingnya riyadhah (latihan spiritual dan pengendalian diri) sebagai cara menyucikan jiwa dan membentuk karakter santri mencerminkan pendekatan yang sangat relevan dalam membangun kesejahteraan psikologis. 

Kesejahteraan psikologis yang mendalam, menurut Carol Ryff, disebut sebagai eudaimonic well-being. Ini melibatkan realisasi potensi diri dan pencapaian makna hidup, yang sangat selaras dengan tujuan riyadhah.


Dengan tirakat, santri belajar menerima keadaan hidup yang sederhana, sehingga mampu mengenali kelebihan dan kekurangan dirinya tanpa merasa rendah diri. Dalam kesejahteraan psikologi hal ini dinamakan self-acceptance  atau penerimaan diri. Proses menyucikan jiwa dan menghadapi tantangan hidup secara mandiri membantu santri mengembangkan karakter yang matang atau dikenal dengan proses personal growth (pertumbuhan pribadi).


Hidup sederhana dan berbagi penderitaan dengan sesama menciptakan rasa kebersamaan dan menanamkan nilai-nilai yang berorientasi pada makna, bukan materi.


Melalui tirakat, santri dihadapkan pada situasi yang menantang seperti kesederhanaan hidup dan laku prihatin. Hal ini mendorong resiliensi psikologis, yaitu kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Santri belajar bertahan di tengah keterbatasan, yang memperkuat kemampuan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Latihan spiritual yang dijalani membantu mengembangkan kontrol emosi dan perilaku, yang penting untuk menjaga stabilitas psikologis.


Hidup bersama dan sependeritaan mengajarkan santri untuk menghargai hubungan interpersonal. Santri belajar bekerja sama, berbagi, dan saling mendukung dalam lingkungan yang penuh tantangan. Hidup bersama dan sependeritaan mengajarkan santri untuk mengembangkan empati; melalui pengalaman hidup bersama, santri diajarkan untuk memahami penderitaan orang lain dan membangun rasa kasih sayang yang mendalam. Menurut penelitian psikologi sosial, hubungan interpersonal yang positif berkontribusi besar pada kesejahteraan psikologis seseorang.


Praktik riyadhah, seperti tirakat dan kehidupan sederhana, mendekati konsep mindfulness dalam psikologi modern. Praktik ini melibatkan kesadaran terhadap diri dan lingkungan. Santri diajak untuk hidup lebih sadar dan menghargai setiap pengalaman, baik suka maupun duka.


Riyadhah membantu santri melatih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, seperti nilai spiritual dan hubungan dengan Allah. Hal ini mendukung kesejahteraan mental dengan mengurangi stres dan meningkatkan kapasitas untuk menghadapi tekanan.


Penanaman jiwa tauhid dan akhlakul karimah dalam riyadhah memberikan dimensi spiritual yang kuat pada kesejahteraan psikologis. Melalui tauhid, santri diajak untuk melihat kehidupan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah, yang memberikan makna mendalam. Dengan menanamkan akhlakul karimah seperti kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan, santri mengembangkan kestabilan emosi dan kedamaian batin.

Dalam psikologi, memiliki tujuan hidup dan hubungan yang kuat dengan nilai-nilai spiritual berkontribusi besar pada subjective well-being.


Dengan demikian dawuh Kiai As'ad tentang memperbanyak riyadhah tidak hanya berfungsi sebagai penguatan spiritual tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Melalui tirakat, santri tidak hanya mengembangkan resiliensi, mindfulness, dan pengendalian diri tetapi juga memperkuat hubungan sosial, menemukan makna hidup, dan mencapai kedamaian batin. Semua ini adalah pilar utama kesejahteraan psikologis yang holistik.

30/12/24

Seleksi Panglima Pilih Tanding

Pada 1817, para petinggi Maluku memproklamirkan perlawanan terhadap Belanda, namun dalam rangka melakukan perlawanan tentu harus dipimpin oleh orang yang paling hebat diantara mereka. 

Digelarlah kemudian uji kesaktian untuk memilih siapa yang berhak menjadi Panglima. Dalam uji kesaktian itu ada yang menggesek-gesekan parang ke pipi mereka, ada yang menggesek-gesekan golok  ke lidah, rambut, perut dan lain sebagainya. Namun sejauh ini penampilan yang sangat mengesankan adalah penampilan dari seorang pemuda gagah yang bernama Thomas Matulessy. 

Thomas ini unjuk kesaktiannya simpel saja, beliau mampu berdiri diatas tombak yang berdiri, bahkan walaupun kakinya sedikit berdarah karena goresan mata tombak, ia tetap menjalankan aksinya dengan hebat. 

Para Tetua dan Pimpinan Maluku yang terdiri dari Pimpinan Seram, Ambon, Haruku dan Negeri-negeri lainnya di Maluku pun terpesona sehingga kemudian  sepakat jika Thomas sah diangkat menjadi Panglima Perang dalam perjuangan. 

Kelak Gelar yang disematkan kepada Thomas Matulessy ini adalah Kapiten Patimura (Kapten Patih Muda)

09/12/24

Resensi Buku: Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna

 Resensi Buku: Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna




Judul Buku                : Sisi Tergelap Surga

Penulis                       : Brian Khrisna

Penerbit                     : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit             : 2022

Jumlah Halaman      : 304

ISBN                           : 9786020656660

Peresensi                    : Ilham Akbar

 

Sinopsis

Sisi Tergelap Surga membawa pembaca menyelami kisah tentang dua individu yang terluka, Rayyan dan Tania, yang berjuang menghadapi masa lalu mereka. Rayyan, seorang seniman yang kehilangan semangat hidup setelah kepergian orang yang sangat dicintainya, hidup dalam kehampaan. Sementara itu, Tania menyimpan trauma mendalam yang membayangi hidupnya dan membuatnya sulit mempercayai orang lain.

Kisah dimulai dengan pertemuan mereka yang tidak terduga, di mana kehadiran masing-masing menjadi semacam cermin bagi luka-luka yang mereka bawa. Dalam perjalanan emosional yang penuh liku, Rayyan dan Tania saling membantu menyembuhkan luka, meskipun mereka harus menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka. Novel ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi juga tentang keberanian untuk menghadapi masa lalu dan menemukan cahaya dalam kegelapan.

Brian Khrisna menyajikan kisah ini dengan gaya penulisan yang puitis dan penuh makna, membuat pembaca tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga merenungkan kehidupan mereka sendiri.

 

Kelebihan

1.     Bahasa yang Indah dan Penuh Makna

Salah satu daya tarik utama dari buku ini adalah gaya bahasa yang digunakan Brian Khrisna. Setiap kalimat terasa seperti puisi yang indah, dipenuhi metafora dan simbolisme. Hal ini membuat novel ini lebih dari sekadar cerita biasa; ia menjadi pengalaman membaca yang mendalam dan menyentuh hati.

2.     Karakter yang Kuat dan Relatable

Karakter Rayyan dan Tania digambarkan dengan sangat mendalam dan kompleks. Penulis berhasil menampilkan emosi dan konflik internal mereka secara nyata, sehingga pembaca dapat merasakan keterhubungan yang kuat dengan perjalanan mereka. Kedua karakter ini merepresentasikan sisi manusiawi yang penuh luka tetapi memiliki potensi untuk sembuh.

3.     Pesan Hidup yang Mendalam

Sisi Tergelap Surga menyampaikan pesan tentang pentingnya menghadapi rasa takut, memaafkan diri sendiri, dan berdamai dengan masa lalu. Buku ini mengingatkan bahwa meskipun kita pernah terluka, selalu ada harapan untuk sembuh dan menemukan kebahagiaan.

4.     Deskripsi Latar yang Memukau

Deskripsi latar yang detail dan atmosfer yang kuat menjadi elemen pendukung cerita yang signifikan. Penulis berhasil menciptakan dunia yang tidak hanya menjadi latar belakang, tetapi juga berkontribusi pada suasana emosional cerita. Lokasi-lokasi yang digambarkan, seperti studio seni Rayyan atau tempat-tempat pribadi lainnya, memberikan kedalaman pada narasi.

Kekurangan

1.     Alur yang Cenderung Lambat

Bagi sebagian pembaca, alur cerita yang lambat mungkin menjadi tantangan. Fokus yang besar pada eksplorasi emosi dan konflik batin membuat perkembangan cerita terasa berjalan perlahan, terutama pada bagian-bagian awal novel.

2.     Dialog yang Kadang Terlalu Panjang

Beberapa adegan dialog terasa terlalu panjang dan penuh dengan filosofi, sehingga bisa membuat sebagian pembaca merasa bosan. Meskipun dialog ini menambah kedalaman cerita, proporsinya kadang mengurangi dinamika alur.

3.     Minim Konflik Eksternal

Cerita ini lebih banyak berfokus pada konflik internal yang dialami oleh kedua tokoh utama. Meskipun hal ini memperkaya sisi emosional novel, bagi beberapa pembaca, kurangnya konflik eksternal mungkin membuat cerita terasa monoton.

Tema dan Pesan Moral

Tema utama yang diangkat dalam Sisi Tergelap Surga adalah penyembuhan, baik dari luka emosional maupun dari rasa kehilangan. Brian Khrisna menggambarkan bahwa proses penyembuhan sering kali tidak mudah dan memerlukan keberanian untuk menghadapi rasa sakit. Melalui perjalanan Rayyan dan Tania, pembaca diajak untuk merenungkan pentingnya menerima diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan mempercayai proses.

Pesan moral lain yang diangkat adalah tentang cinta yang tidak sempurna. Buku ini menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar perasaan bahagia, tetapi juga tentang keberanian untuk saling mendukung dalam menghadapi sisi tergelap diri masing-masing.

Kesimpulan

Sisi Tergelap Surga adalah novel yang menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan emosional. Dengan gaya bahasa yang puitis, karakter yang kompleks, dan pesan moral yang relevan, buku ini sangat cocok bagi pembaca yang menyukai cerita dengan fokus pada penggalian karakter dan refleksi kehidupan.

Namun, bagi pembaca yang lebih menyukai cerita dengan alur cepat atau konflik eksternal yang kuat, novel ini mungkin terasa sedikit membosankan. Meskipun begitu, bagi mereka yang ingin menyelami sisi emosional manusia dan menemukan pelajaran berharga tentang penyembuhan, buku ini adalah pilihan yang sangat layak untuk dibaca.

03/12/24

*_Peka Rasa_*

 Sejatinya murid bukan yang hanya sekedar  dekat secara jasad dengan gurunya. Namun yang mampu memahami apa yang menjadi harapan batin gurunya. - Peka Rasa -

Guru itu ibarat kitab kuning, didalamnya ada pelajaran tentang fikih, akhlak, tasawwuf juga siyasah. Jangan hanya  dipandang dari siayasahnya sementara abai dari sisi akhlaknya. 

Sebagai seorang santri, bantulah guru. Harapan dan cita citanya.

02/12/24

Dalam Wujud yang Lain

Puisi oleh Ilham Akbar 


Jangan berduka, kau yang terjebak duka,

Segala yang hilang dari tanganmu,

Adalah angin yang membawa pesan,

Bahwa hidup ini tak pernah berhenti berputar.


Ketika sebuah ranting patah,

Ia tak menghilang dalam kehampaan,

Namun menjadi pijar untuk api,

Atau kembali menjadi tanah yang memberi kehidupan.


Apa yang kau tangisi hari ini,

Esok mungkin menjelma kebahagiaan.

Seperti sungai yang mengalir tanpa henti,

Hidup mengajar kita untuk terus menanti.


Jangan berduka, meski langitmu kelam,

Cahaya akan lahir dari rahim kegelapan.

Seperti rembulan yang mengusap malam,

Segala yang hilang akan pulang dalam bentuk yang lain.


Pohon yang gugur dedaunannya,

Hanya menanti musim untuk bersemi,

Dan apa yang patah dalam hatimu,

Adalah ladang untuk kebangkitan baru.


Rindu yang tak terjawab,

Air mata yang mengalir deras,

Itu bukanlah akhir dari perjalanan,

Namun awal dari wujud yang lain.


Percayalah, wahai jiwa yang gelisah,

Hidup tak akan meninggalkanmu tanpa bekas,

Karena yang hilang dari tanganmu,

Akan kembali, membawa wajah baru.


Hargai setiap perpisahan,

Peluklah kepergian dengan keikhlasan,

Sebab di dalam kehilangan,

Tersembunyi janji kedatangan.


Maka jangan berduka,

Kau hanyalah bagian dari tarian semesta,

Dimana segala hilang dan datang,

Adalah harmoni dalam wujud yang lain.

05/11/24

GOLDEN MEMORIES

Indahnya generasi Yang lahir Tahun 1960-90an

(yg usianya skrg 20an - 50an tahun)


Sekedar anda tahu.

Kita yg lahir di tahun 1960-70-80-90an, adalah generasi yg layak disebut generasi paling beruntung.


Karena kitalah generasi yg mengalami loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di abad ini, dg kondisi usia prima.

✌✊👊👍


Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik.


Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.

📃📄📝💻💻


Kitalah generasi terakhir yg merekam lagu dari radio dg tape recorder (kadang pitanya mbulet) kita.

Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men download lagu dari gadget.

😄🔊📻📼📱


Kitalah generasi dg masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan,sumpit2an, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.

Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .

🏃🎈🏊💃📱💻


Masa remaja.

Kitalah generasi terakhir yg pernah mempunyai kelompok/geng yg tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.

Karena kita adalah generasi yg berjanji cukup dg hati.

Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.

Kini kitapun tetap bisa ber "'wkwkwkwk"

😄😃😀😝😛😜😂''

Di grup Facebook/whatsApp .


🎇🌠🌌🌈

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.

Juga bersepeda onthel / motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala

😀😃😅🚴 🚵


Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yg membayangi kita.

👧🚶👬🏃💃

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya nonton tv (ada yg cuman hitam putih layarnya) dg senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini rame rame satu kampung dengan powersupl aki yg jika strumnya akan hbs layarnya tv ciut tinggal separo 😔😞😞😞

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.

Selalu menghargai dan berhati2 dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek.

Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.


Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.

Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face.

Betul2 generasi yg menerima apa adanya.


📷📸📸📸📸📷🔝

Kitalah generasi terakhir yg pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati. 😍📬😍📩😘


Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yg LIMITED EDITION.


Kita adalah generasi yg patuh & takut kepada OrTu (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tp kita generasi yg mau mendengar & komunikatif thd anak cucu.


Itulah kita.... selalu bersyukur atas nikmat nyg telah kita terima

Anda di generasi itu?


Tag teman-teman seangkatan dan bagikan ini sebagai pengingat masa dahulu dan menjalani masa sekarang........😁🙂😊

Indahnya waktu itu.

03/10/24

MENJAGA KESEDERHANAAN

"Saya khawatir, ketika memperbaiki rumah tersebut, ada barang-barang pesantren yang terpakai untuk pembangunannya,”


Begitulah Kiai As’ad mengapa ia dulu rumahnya amat sederhana dan sengaja tidak direhabilitasi. Bukan saja karena rumah tersebut mempunyai nilai tersendiri (karena  dibangun saat ia belum kawin dengan hasil jerih payah sendiri) tapi juga untuk menghindari barang-barang pesantren terpakai untuk pembangunan rumahnya. Ini menunjukkan sikap zuhud dan wara’nya Kiai As’ad; sebagaimana dalam buku Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat.


Dawuh Kiai As'ad yang mencerminkan kekhawatirannya terhadap potensi penggunaan barang pesantren untuk kepentingan pribadi menunjukkan sikap moral yang mendalam. Kiai As'ad menunjukkan integritas moral yang tinggi, yaitu kepekaan terhadap potensi konflik antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab publik. 


Dalam teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, tindakan ini mencerminkan tahap moralitas post-konvensional. Di tahap ini, individu mengambil keputusan berdasarkan prinsip etika universal, seperti keadilan dan penghindaran dari merugikan orang lain, bukan sekadar mematuhi norma sosial.


Sikapnya yang berhati-hati mengindikasikan kesadaran etis yang mendalam (moral conscientiousness), yaitu keyakinan kuat bahwa tindakan kecil yang melanggar prinsip dapat berdampak pada integritas pribadi dan kepercayaan orang lain.


Bagaimana dari perspektif psikologi kepribadian Islam? Dalam Islam, zuhud (menjauhi kemewahan duniawi) dan wara’ (kehati-hatian dalam menghindari yang syubhat atau meragukan) adalah karakteristik yang mencerminkan pengendalian diri yang tinggi. Dalam psikologi kepribadian, sikap ini berkaitan erat dengan trait conscientiousness (kesadaran) dan low materialism (rendahnya ketergantungan pada materi).


Kiai As'ad tampak memprioritaskan keseimbangan spiritual dan kesejahteraan moral di atas kenyamanan materi. Sikap ini menunjukkan kemampuan untuk menunda kepuasan (delay gratification), yang menurut Walter Mischel dalam eksperimen marshmallow, berkaitan dengan pengendalian diri yang kuat dan kemampuan untuk menetapkan prioritas jangka panjang.


Sebagai pemimpin pesantren, Kiai As'ad sadar akan modeling behavior (perilaku teladan). Dalam teori pembelajaran sosial Albert Bandura, pemimpin yang menampilkan perilaku zuhud dan wara’ dapat memengaruhi pengikutnya untuk mengadopsi sikap serupa. Keputusan beliau untuk tidak merehabilitasi rumahnya adalah bentuk self-sacrifice (pengorbanan diri) demi menjaga kepercayaan umat terhadap integritasnya.


Dari sudut pandang psikologi Islam, kekhawatiran Kiai As'ad mencerminkan kesadaran transendental, yaitu rasa tanggung jawab kepada Tuhan. Dalam psikologi, ini terkait dengan intrinsic religiosity, di mana keyakinan agama menjadi inti dari pengambilan keputusan seseorang. Sikap ini memberikan ketenangan batin karena Kiai As'ad merasa telah memenuhi tanggung jawab moralnya kepada Allah dan umatnya.


Dengan demikian, dawuh Kiai As'ad mencerminkan integritas moral, pengendalian diri, dan kesadaran sosial yang tinggi. Dari perspektif psikologi, sikap ini menunjukkan kedalaman kepribadian dan spiritualitas yang menjadikan beliau teladan bagi pengikutnya. Hal ini juga menegaskan bahwa keputusan untuk menjaga kesederhanaan bukan sekadar praktik hidup, tetapi wujud tanggung jawab moral yang berakar dalam nilai-nilai universal.


Semoga, kita mampu meneladani Kiai As’ad

Sukorejo, 03 Oktober 2024

08/09/24

 

ANCAMAN NUKLIR DI SEMENANJUNG KOREA BAGI PERDAMAIAN DUNIA

Ketegangan di Semenanjung Korea telah lama menjadi salah satu isu paling kritis di panggung internasional. Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang sejak berakhirnya Perang Korea pada tahun 1953 masih belum mencapai kesepakatan damai penuh, terus membara dengan dinamika politik yang kompleks. Ancaman nuklir dari Korea Utara kini menjadi salah satu perhatian terbesar bagi dunia internasional, tidak hanya karena dampaknya terhadap stabilitas regional di Asia Timur, tetapi juga bagi perdamaian global secara keseluruhan.

Korea Utara dan Program Nuklirnya

Korea Utara di bawah rezim Kim Jong-un secara konsisten mengembangkan teknologi rudal balistik dan senjata nuklir sebagai upaya untuk meningkatkan daya tawarnya di kancah internasional. Sebagai negara yang terkucilkan dari berbagai perjanjian internasional, Korea Utara melihat pengembangan senjata nuklir sebagai langkah defensif untuk mempertahankan kedaulatannya dan memperkuat posisi negosiasinya di hadapan kekuatan global seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun, tujuan defensif ini memiliki implikasi yang jauh lebih luas. Pertama, program nuklir Korea Utara menciptakan ketegangan langsung di kawasan, terutama bagi Korea Selatan dan Jepang yang berada dalam jangkauan rudal-rudal Pyongyang. Kedua, pengembangan nuklir ini memicu respons internasional, termasuk sanksi ekonomi dari PBB dan tekanan diplomatik dari berbagai negara.

Ancaman ini diperparah dengan fakta bahwa rezim Korea Utara sering kali bersikap tidak dapat diprediksi. Ketidakpastian ini menciptakan kekhawatiran bahwa kesalahan perhitungan atau eskalasi tiba-tiba dapat memicu konflik bersenjata yang lebih besar, terutama di kawasan yang dipenuhi pangkalan militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Implikasi bagi Perdamaian Dunia

Ancaman nuklir dari Korea Utara memiliki dampak yang tidak hanya terbatas pada Asia Timur, tetapi juga bagi perdamaian dunia secara keseluruhan. Ada beberapa faktor utama yang memperlihatkan bagaimana situasi ini berpotensi merusak kestabilan global.

1. Proliferasi Nuklir

Keberhasilan Korea Utara dalam mengembangkan senjata nuklir memunculkan risiko proliferasi senjata nuklir di kawasan lain. Negara-negara yang merasa terancam oleh kemampuan nuklir Pyongyang mungkin tergoda untuk mengikuti jejak yang sama atau bahkan memutuskan untuk mempercepat pengembangan senjata mereka sendiri. Hal ini akan memperburuk upaya internasional untuk mengendalikan penyebaran senjata pemusnah massal, yang selama ini diatur melalui perjanjian-perjanjian seperti Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT).

Selain itu, keberadaan senjata nuklir di tangan rezim otoriter yang tidak transparan memperbesar potensi penggunaan senjata nuklir yang tidak terkontrol, baik oleh negara tersebut maupun oleh kelompok non-negara. Risiko bahwa teknologi ini bisa jatuh ke tangan kelompok teroris merupakan ancaman nyata bagi keamanan global.

2. Eskalasi Militer di Asia Timur

Ancaman nuklir Korea Utara telah menyebabkan peningkatan militerisasi di seluruh kawasan Asia Timur. Korea Selatan dan Jepang telah mengintensifkan kerja sama pertahanan mereka dengan Amerika Serikat, sementara Cina, sebagai sekutu terdekat Korea Utara, tetap waspada dengan dinamika yang berkembang di Semenanjung Korea. Perlombaan senjata yang terus berlanjut ini hanya memperparah ketegangan dan meningkatkan kemungkinan konfrontasi militer.

Jika konfrontasi bersenjata pecah di Semenanjung Korea, bukan hanya negara-negara di Asia Timur yang akan terdampak. Dengan keterlibatan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Cina, konflik tersebut dapat dengan mudah menyebar ke wilayah lain, mengancam kestabilan global. Ekonomi dunia yang saling terkait juga akan terganggu, terutama jika konflik ini menyebabkan disrupsi dalam perdagangan internasional, termasuk jalur distribusi barang-barang penting.

3. Destabilisasi Tatanan Global

Krisis nuklir di Semenanjung Korea juga dapat memperburuk fragmentasi tatanan global yang saat ini tengah mengalami guncangan. Dunia internasional telah melihat pergeseran kekuatan dari model tatanan internasional pasca-Perang Dingin yang relatif stabil menuju situasi yang lebih multipolar dan penuh ketidakpastian. Ketegangan nuklir Korea Utara, ditambah dengan perseteruan antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Cina, dapat mempercepat runtuhnya sistem yang ada dan menyebabkan ketidakstabilan internasional yang lebih luas.

Dalam konteks ini, tanggapan terhadap ancaman Korea Utara juga memperlihatkan kelemahan lembaga-lembaga internasional seperti PBB dalam mencegah negara-negara pengembangan senjata pemusnah massal. Sanksi-sanksi yang diberlakukan pada Korea Utara hanya memiliki dampak terbatas, sementara upaya diplomatik sering kali terhambat oleh kepentingan strategis negara-negara besar. Jika situasi ini terus berlanjut, efektivitas institusi global dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia akan semakin dipertanyakan.

Upaya Internasional dan Tantangan Diplomatik

Meski ancaman nuklir dari Korea Utara nyata, solusi untuk mengatasi masalah ini tidaklah sederhana. Upaya negosiasi, seperti yang terjadi dalam pertemuan puncak antara Kim Jong-un dan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018 dan 2019, memang sempat memberikan harapan akan tercapainya denuklirisasi. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepakatan konkret yang berhasil mengatasi ancaman tersebut.

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kepercayaan antara Korea Utara dan pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi, termasuk Amerika Serikat. Korea Utara sering kali menggunakan program nuklirnya sebagai alat tawar-menawar, sementara negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, menginginkan pembongkaran senjata tersebut sebelum memberikan konsesi ekonomi dan politik yang diinginkan oleh Pyongyang.

Selain itu, peran Cina sebagai kekuatan penyeimbang juga sangat signifikan. Cina, meski memiliki hubungan dekat dengan Korea Utara, tidak ingin ketegangan di Semenanjung Korea memicu konflik yang melibatkan sekutu-sekutu Amerika Serikat. Namun, pada saat yang sama, Cina juga enggan melihat Korea Utara runtuh karena hal itu akan mengakibatkan masuknya pengaruh barat di perbatasannya.

Analisis Ancaman Nuklir di Semenanjung Korea bagi Perdamaian Dunia

Semenanjung Korea telah menjadi pusat ketegangan geopolitik global selama beberapa dekade, terutama akibat program nuklir yang dikembangkan oleh Korea Utara. Ancaman nuklir dari Korea Utara bukan hanya menimbulkan risiko bagi kawasan Asia Timur, tetapi juga bagi stabilitas dan perdamaian global secara keseluruhan. Melalui analisis ini, kita akan mengkaji lebih dalam mengenai aspek-aspek yang memengaruhi ancaman nuklir di Semenanjung Korea dan bagaimana hal ini berdampak pada perdamaian dunia.

1. Motivasi Korea Utara dalam Mengembangkan Senjata Nuklir

Salah satu faktor utama yang harus dipahami dalam analisis ancaman nuklir di Semenanjung Korea adalah motivasi Korea Utara. Negara ini melihat senjata nuklir sebagai alat strategis yang memberikan kekuatan negosiasi di kancah internasional. Sebagai negara kecil yang terisolasi dan sering dijatuhi sanksi ekonomi, Korea Utara merasa bahwa nuklir adalah satu-satunya cara untuk memastikan kelangsungan rezim dan meminimalisasi ancaman dari luar, khususnya dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Asia Timur.

Namun, senjata nuklir tidak hanya menjadi simbol kekuatan defensif bagi Korea Utara, tetapi juga alat yang digunakan untuk mendominasi politik regional. Dengan kemampuan nuklirnya, Pyongyang berusaha menekan Korea Selatan dan Jepang, sekaligus menguji komitmen pertahanan Amerika Serikat terhadap sekutu-sekutunya. Tujuan jangka panjang Korea Utara tampaknya adalah mendapatkan pengakuan internasional sebagai kekuatan nuklir yang sah, sambil memastikan bahwa tidak ada intervensi militer yang dapat menggulingkan rezim Kim Jong-un.

2. Ketidakstabilan Regional dan Risiko Perang Nuklir

Ancaman nuklir di Semenanjung Korea secara langsung meningkatkan ketidakstabilan di kawasan Asia Timur. Korea Selatan, sebagai tetangga terdekat, berada dalam risiko yang sangat besar, karena kota-kota utama seperti Seoul hanya beberapa ratus kilometer dari perbatasan dengan Korea Utara. Rudal balistik yang dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir dapat mencapai target di Korea Selatan dan Jepang dalam hitungan menit, menimbulkan ancaman bagi jutaan nyawa.

Selain risiko langsung, program nuklir Korea Utara juga memicu perlombaan senjata di kawasan tersebut. Korea Selatan dan Jepang telah mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk memperkuat kemampuan pertahanan mereka, terutama melalui pengadaan sistem pertahanan rudal canggih seperti THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). Meskipun langkah ini bersifat defensif, meningkatnya militerisasi di kawasan menciptakan potensi konflik yang lebih besar, yang dapat dipicu oleh kesalahan perhitungan atau insiden tak terduga.

3. Proliferasi Nuklir Global

Ancaman nuklir dari Korea Utara tidak hanya terbatas pada kawasan Asia Timur. Keberhasilan Korea Utara dalam mengembangkan teknologi nuklir telah menginspirasi negara-negara lain yang merasa terancam atau ingin meningkatkan kekuatan mereka untuk mengejar jalan yang sama. Hal ini dapat menciptakan domino effect, di mana negara-negara lain, khususnya di kawasan yang tidak stabil, merasa perlu mengembangkan senjata nuklir sebagai alat pertahanan.

Fenomena ini memperburuk upaya internasional untuk mengekang proliferasi nuklir. Meskipun perjanjian seperti Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir, keberhasilan Korea Utara dalam menghindari pengawasan internasional dapat memperlemah efektivitas perjanjian ini. Jika negara-negara lain merasa bahwa program nuklir dapat memberikan keuntungan strategis tanpa konsekuensi serius, maka dunia mungkin akan menyaksikan peningkatan jumlah negara bersenjata nuklir, yang tentunya mengancam stabilitas global.

4. Peran Aktor Internasional dan Diplomasi yang Terhambat

Sejumlah negara dan organisasi internasional telah berupaya untuk mengatasi ancaman nuklir di Semenanjung Korea melalui berbagai pendekatan diplomatik dan ekonomi. Amerika Serikat, sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan, telah terlibat dalam negosiasi dengan Korea Utara, terutama selama masa kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang menggelar pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un. Namun, meskipun ada momen optimisme, negosiasi ini pada akhirnya tidak membuahkan hasil yang konkrit, dan Pyongyang terus melanjutkan pengembangan nuklirnya.

Cina, sebagai sekutu terdekat Korea Utara, memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika kawasan. Meski Cina tidak secara terbuka mendukung program nuklir Pyongyang, Beijing enggan melihat rezim Kim Jong-un runtuh karena khawatir akan dampak instabilitas di perbatasannya, termasuk potensi masuknya pengaruh Amerika Serikat jika terjadi reunifikasi Korea. Oleh karena itu, Cina sering kali mengambil posisi ambigu—mendukung sanksi internasional terhadap Korea Utara, tetapi tetap menjaga jalur bantuan ekonomi yang penting bagi kelangsungan rezim tersebut.

Sementara itu, upaya diplomatik dari lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menghadapi keterbatasan. Meskipun sanksi-sanksi ekonomi telah diberlakukan terhadap Korea Utara, pengaruh mereka terbatas karena kurangnya penegakan yang tegas, serta adanya bantuan dari negara-negara sekutu Pyongyang yang memungkinkan Korea Utara untuk tetap bertahan meskipun dalam kondisi isolasi.

5. Dampak Terhadap Sistem Global

Krisis nuklir di Semenanjung Korea juga mencerminkan perubahan tatanan global yang lebih luas. Dunia pasca-Perang Dingin telah melihat pergeseran kekuatan dari model tatanan internasional yang stabil menuju situasi yang lebih multipolar dan tidak terduga. Ketidakmampuan komunitas internasional untuk secara efektif mengatasi ancaman nuklir dari Korea Utara mencerminkan lemahnya institusi global dalam menjaga perdamaian dunia.

Hal ini juga menunjukkan bahwa dunia saat ini semakin terpecah oleh kepentingan strategis yang saling bertentangan. Amerika Serikat, Cina, dan Rusia, sebagai kekuatan besar, memiliki kepentingan yang berbeda di Semenanjung Korea, sehingga kesulitan untuk mencapai konsensus tentang cara menangani ancaman nuklir. Ketegangan ini tidak hanya memengaruhi stabilitas regional, tetapi juga memperlemah upaya global untuk mempertahankan sistem non-proliferasi dan mencegah munculnya konflik bersenjata di masa depan.

Kesimpulan

Ancaman nuklir di Semenanjung Korea merupakan tantangan yang sangat serius bagi perdamaian dunia. Selain menciptakan ketidakstabilan regional, ancaman ini juga memicu risiko proliferasi nuklir dan memperparah ketegangan antara kekuatan-kekuatan besar dunia. Upaya diplomatik sejauh ini belum mampu mencapai solusi jangka panjang yang dapat menurunkan ketegangan di kawasan tersebut.

Untuk mengatasi ancaman ini, dunia internasional memerlukan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan tegas dalam menekan Korea Utara, sambil tetap membuka jalur dialog yang dapat menghasilkan solusi damai. Selain itu, penting bagi lembaga-lembaga internasional untuk memperkuat perannya dalam menjaga perdamaian dan mencegah penyebaran senjata nuklir, sehingga ancaman nuklir di Semenanjung Korea tidak menjadi preseden bagi negara-negara lain yang ingin mengikuti jejak yang sama.

 

08/07/24

"SUKOREJO MULTILEVEL & MULTICULTURE"

"SUKOREJO MULTILEVEL & MULTICULTURE"

Di awal dekade 1980-an, Pengurus Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo sempat menggagas dikotomi asrama santri berdasarkan jenjang pendidikan. Barangkali ide tersebut terinspirasi dari manajemen beberapa pesantren modern yang memisahkan asrama santrinya berdasarkan tingkat pendidikannya.

Namun sekonyong-konyong ide yang ditawarkan pengurus pesantren tersebut mendapatkan penolakan keras dari Kiai As'ad, selaku pengasuh pesantren kala itu. Beliau menjawab "laen pencak, laen ghembengan, cong !". Barangkali secara implisit maksud yang ingin Kiai As'ad sampaikan adalah "Lain Guru/Pesantren, lain pula manajemennya".

Sehingga sampai hari ini di Pesantren Sukorejo tetap memberlakukan percampuran Level (tingkat pendidikan) dan Kultur (asal daerah) dalam satu asrama. Meski tak ada alasan rasional yang disampaikan oleh Kiai As'ad dalam keberatannya, namun perlahan kita menyadari, membenarkan dan mengamini apa yang beliau pertahankan. Dari sistem pencampuran Multilevel dan Multikultur dalam satu asrama di pesantren Sukorejo ini, setidaknya terdapat beberapa makna positif yag dapat dipetik hikmahnya.

1. Adanya bimbingan dan pengayoman dari santri yang lebih senior kepada juniornya. atau dari santri yang lebih tinggi tingkat pendidikannya terhadap santri yang lebih rendah tingkat pendidikannya.

2. Dengan adanya pengayoman, diharapkan juga ada simbiosa yang muda menghormati yang lebih tua, atau yang berpendidikan rendah menghormati pada santri yang lebih tinggi tingkat pendidikannya.

3. Dapat menghargai perbedaan, baik berdasarkan status sosial, tingkat pendidikan ataupun latar belakang etnis dan kedaerahan. Harapannya adalah ketika kelakpara santri telah pulang bermasyarakat dapat menyikapi segala perbedaan dengan cara-cara yang santun dan bijaksana.

4. Dengan peleburan tanpa memperhatikan asal daerah, diharapkan dapat meminimalisir konsentrasi bentrokan antarsantri yang dilatarbelakangi sentimen kedaerahan...

Barangkali ini "diantara" maksud dan tujuan mengapa Kiai As'ad menolak untuk mendikotomikan asrama santri berdasarkan jenjang pendidikan.

(dikutip dari Buku PERADABAN SUKOREJO; Ikhtisar Perjalanan Satu Abad Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo)

  

23/06/24

MANFAAT PAJAK BAGI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

 

MANFAAT PAJAK BAGI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Oleh:Ilham Akbar

 

Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi negara yang memungkinkannya untuk menjalankan berbagai program dan layanan publik yang esensial. Di antara sektor-sektor yang paling diuntungkan oleh pendapatan pajak adalah pendidikan dan kesehatan. Manfaat pajak dalam kedua sektor ini sangat signifikan dan mencakup berbagai aspek yang berkontribusi pada pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Dalam bidang pendidikan, pajak memainkan peran yang krusial dalam menyediakan dana untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, universitas, dan fasilitas pendukung lainnya. Dengan adanya dana dari pajak, pemerintah dapat memastikan bahwa semua warga negara, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas. Ini termasuk pengadaan buku teks, alat peraga pendidikan, serta teknologi modern yang mendukung proses belajar-mengajar.

Selain itu, dana pajak memungkinkan peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Guru yang terlatih dengan baik dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Pemerintah juga dapat memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada siswa yang kurang mampu, memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menjadi privilese bagi mereka yang mampu secara finansial.

Di sektor kesehatan, pajak berperan dalam membiayai layanan kesehatan publik yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dana dari pajak digunakan untuk membangun dan memelihara rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya. Ini memastikan bahwa layanan kesehatan dasar, seperti vaksinasi, pemeriksaan rutin, dan perawatan medis darurat, dapat diakses oleh seluruh populasi.

Lebih lanjut, pendapatan pajak memungkinkan pemerintah untuk mengimplementasikan program-program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Kampanye imunisasi, penyuluhan tentang gaya hidup sehat, serta program penanggulangan penyakit menular dan tidak menular semuanya dibiayai melalui pajak. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati tingkat kesehatan yang lebih baik dan harapan hidup yang lebih panjang.

Pajak juga mendukung penelitian dan inovasi di bidang kesehatan. Pendanaan ini memungkinkan penemuan obat baru, pengembangan teknologi medis canggih, dan peningkatan metode perawatan. Investasi dalam penelitian kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan medis tetapi juga berpotensi menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selain manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh individu, pajak yang dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan. Pendidikan yang baik menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berpengetahuan luas, yang merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi. Dengan tenaga kerja yang kompeten, produktivitas meningkat, dan daya saing negara di pasar global pun semakin kuat.

Kesehatan yang baik, di sisi lain, memastikan bahwa tenaga kerja tetap produktif dan mampu berkontribusi secara maksimal dalam aktivitas ekonomi. Kesehatan yang terjaga mengurangi beban biaya medis yang harus ditanggung individu dan keluarga, sehingga dana yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, manfaat pajak dalam sektor pendidikan dan kesehatan tidak hanya terbatas pada perbaikan langsung yang dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mencakup kontribusi signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Pendidikan yang berkualitas dan layanan kesehatan yang terjangkau adalah fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan berdaya saing tinggi.

Lebih jauh lagi, peran pajak dalam pendidikan dan kesehatan juga mencakup upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Dalam banyak negara, disparitas dalam akses dan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar. Pajak yang dikelola dengan baik memungkinkan pemerintah untuk mendistribusikan sumber daya secara lebih merata, sehingga kelompok-kelompok yang sebelumnya terpinggirkan dapat menikmati hak-hak dasar mereka.

Dalam pendidikan, pajak memungkinkan penerapan program-program khusus untuk daerah-daerah terpencil dan kurang berkembang. Misalnya, pemerintah dapat mendirikan sekolah di wilayah pedalaman, menyediakan transportasi untuk siswa yang tinggal jauh dari sekolah, dan memberikan tunjangan bagi guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga mendorong pembangunan daerah dan mengurangi migrasi ke kota besar yang sering kali membebani infrastruktur perkotaan.

Di sektor kesehatan, pajak mendukung program-program yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan layanan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Pemerintah dapat mendirikan pusat kesehatan di daerah terpencil, menyediakan program kesehatan keliling, dan memberikan insentif bagi tenaga medis yang bersedia bekerja di wilayah-wilayah tersebut. Selain itu, pajak juga dapat digunakan untuk mendanai program kesehatan ibu dan anak, yang sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

Pajak juga berperan dalam membiayai asuransi kesehatan nasional yang memungkinkan semua warga negara mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai tanpa harus khawatir tentang biaya yang tinggi. Skema asuransi kesehatan yang dibiayai melalui pajak ini memungkinkan setiap individu untuk mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa memandang status ekonomi mereka. Ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetapi juga mengurangi beban keuangan yang sering kali menjadi penghalang bagi akses kesehatan.

Dalam konteks global, penggunaan pajak untuk pendidikan dan kesehatan juga memperkuat posisi sebuah negara di kancah internasional. Negara-negara dengan sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang baik sering kali memiliki reputasi yang lebih baik dan menarik lebih banyak investasi asing. Investor cenderung lebih percaya pada negara yang menunjukkan komitmen terhadap pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial, karena ini mencerminkan stabilitas dan prospek jangka panjang yang baik.

Selain itu, kontribusi pajak terhadap pendidikan dan kesehatan juga membantu negara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pendidikan berkualitas dan kesehatan yang baik adalah dua dari 17 tujuan yang diidentifikasi sebagai kunci untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan bahwa semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran. Dengan alokasi pajak yang tepat, negara dapat mempercepat kemajuan menuju pencapaian tujuan-tujuan ini dan berkontribusi pada kesejahteraan global.

Di samping itu, penggunaan pajak untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga dapat meningkatkan kohesi sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketika warga negara melihat bahwa pajak yang mereka bayarkan digunakan untuk tujuan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi kehidupan mereka, mereka cenderung lebih mendukung kebijakan perpajakan dan lebih percaya pada pemerintah. Ini menciptakan siklus positif di mana pemerintah dapat mengumpulkan pajak dengan lebih efektif dan warga negara merasa termotivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Namun, untuk mencapai semua manfaat ini, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak sangatlah penting. Pemerintah harus memastikan bahwa dana pajak digunakan dengan efisien dan tepat sasaran. Pelaporan yang jelas dan terbuka tentang penggunaan dana pajak, serta mekanisme pengawasan yang ketat, adalah langkah-langkah penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa pajak benar-benar digunakan untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan.

Kesimpulannya, pajak memegang peranan vital dalam mendukung sektor pendidikan dan kesehatan, yang keduanya merupakan pilar utama bagi pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial. Pendapatan dari pajak memungkinkan pemerintah untuk membangun dan memelihara infrastruktur pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan tenaga medis, serta menyediakan akses yang merata dan terjangkau bagi semua warga negara.

Dalam pendidikan, pajak berkontribusi pada pembangunan sekolah, universitas, dan fasilitas pendukung lainnya, serta mendanai program beasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu. Ini memastikan bahwa semua individu, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, dapat menikmati pendidikan yang berkualitas dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui tenaga kerja yang terampil dan berpengetahuan luas.

Di sektor kesehatan, pajak mendukung pembangunan rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan, serta mendanai program-program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Selain itu, pajak memungkinkan pemerintah untuk membiayai asuransi kesehatan nasional, sehingga setiap individu dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus khawatir tentang biaya yang tinggi. Ini meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dan memastikan tenaga kerja tetap produktif.

Manfaat pajak dalam pendidikan dan kesehatan juga mencakup upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi, dengan menyediakan layanan dan fasilitas yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kurang berkembang. Selain itu, kontribusi pajak dalam kedua sektor ini membantu negara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperkuat reputasi internasional, dan menarik investasi asing.

Untuk mencapai semua manfaat ini, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak sangatlah penting. Pemerintah harus memastikan bahwa dana pajak digunakan dengan efisien dan tepat sasaran, dengan pelaporan yang jelas dan terbuka serta mekanisme pengawasan yang ketat. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan menciptakan siklus positif di mana warga negara lebih mendukung kebijakan perpajakan dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, peran pajak dalam mendukung pendidikan dan kesehatan adalah fondasi bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan sistem perpajakan yang adil dan transparan, negara dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang lebih luas, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh warga negara.

27/05/24

KAWE MAHAL

 

Oleh : Ahmad Ch

********************

Enam puluh...enam puluh...kate mamak di video dalam pisbuk tu sambil nggegai-nggegai batang kawe bebuah lebat la ngejraw abang gale.

Pukuknye kate-kate enam puluh- enam puluh dang rami mbak ini aghi. Dang lemak menagh nganingnye.

Ase tekanjat.

Sepanjang sejarah perkawean di Indonesia, tahun 2024 adalah tahun bersejarah bagi petani kopi Indonesia, karne rege kawe sampai 60 ribu lebih, kanye di Semende saje.

Tahun 1997 – 1998 rege kawe pernah mencapai titik tertinggi hingga selawi ribu. Zaman itu dik kalah hebohnye. Kalu nak mbeli motor dik perlu ke Marinim atau ke Lahat. Jeme jualan motor tu ngandas sampai ke dusun luk njual barut, lime pengisi ghumah lime pule mutur baru. Jeme bekebun mbeli gale kulkas, kanye ndik badah mbuat Es, ndik badah barut.

Tahun ini merupakan berkah besar bagi petani Kopi se Indonesia raya. Terkhusus jeme Semende ye bekebun kawe. Amu dik bekebun gi andun titikan gatuy saje, gi nganingi jeme saje enam puluh-enam puluh...

Selain rege mahal, kondisi buahpun cukup menggembirakan, rate-rate tahun ini kawe bebuah lebat, setelah dua tahun terakhir kawe di semende kurang buah, rege juga kurang bersahabat. Tahun ini Tuhan memberi hamba-hambanya ye bekebun rezki berlimpah.

Janga Sumbul

Penulis pernah dapat cerite waktu kawe rege selawi ribu tahun 97-98 waktu itu. Ade mamak bekebun Libagh gulih kawe katah, berayak ke dusun, mbawe mubil Tuyuta Kijang baru, lengkap nggak supir,karne mamak itu lum pacak nyupir,mpai pacak nyupir kilangan saje.

Kebetulan waktu die berayak tu dang musim ngetam, Mamak tadi betanye nggak kerbai tuan sawah

“ beghape angkitan sawah ma denga ni?”

“Sekitar due tun setengah Mak” kate kerbai tuan sawah.

“Amu dijual te ke tengkiang nggak dangau ni, ka berape regenye?” Kate Mamak itu.

Laju tediam kerbai tuan dangau.

Pandakka cerite, tige tahun berselang. Mamak tadi la milu teraha ke sawah ma kerbai itu. Rupenye kawe la ngulang murah. Mubil la tejual, kebun la tesande utang la bejambai.

Jadi ye dang gulih rezki katah, janga menagh sumbul, merendahka jeme. Kawe dikka bebuah lebat saje, rege dikka enam puluh saje. Tetapla bersyukur, bai keting ndak ngapat kinaki. Nikmati dan syukurilah rezki yang ade. Mangke tuhan injik

Nyantukka Landean

Taun ini Insya Allah landean pacak nyantuk. Ye ndak seturan haji jadilah se tun kawe la ndik wa due. Ye nak ngantat anak ke ma tunggu tubang pacak besak juge mbeli Kebau. Batin Jande ye berencane nganggaw la pacak pule melande. Bujang bekebun ye ade rupukan nak semende pacak due suku ngenjuk calonnye ndik mas kawin. Anak-anak tengah mbelilah kudai timbukan. Syukur pule amu la lasung pacak betegak.

Pukuknye tuape kina nak beli lajukala. Anye takar-takar manfaatnye. Ibarat ka mbeli mubil, rupuki kudai ka ndik ape, amu sekedar ndik gaya maklah lum, lemakla belikah nggak emas atau tanah.

Ye jangan nian dicukah-cukah di utangkah nggak jeme. Kalu talu. Karne mbak ini aghi gerutlah ye beghutang tinga ye nagih.

Tetaplah berhati-hati

Waspadalah....Karne rege mahal rawan pule jeme maling. Janga lingah, amu kawe la beguyur masak guyurilah putigh, dangau jangan agi tinggalkah.

Bepesan pule nggak ye la gulih kawe dik agi ndak tahan-tahan, atau nunggu ngguk kawe rege seratus. Amu la gulih, kawe la keghing jualkala. Jadilah pule amu la enam puluh. Lemaklah nggaduh duit tinga bekemit nunggui kawe bawa ranjang.

Pengalaman ditahun 97-98 banyak ye nunggu rege ngguk sampai tige puluh. Rupenye rege kawe semakin tughun, akhirnye gi tejual rege tige ribu, itupun bayarnye betitil li tukih.

Mudah-mudahan sampai due tahun kedepan masih ka mahal rege kawe ni (Ini predeksi) mengingat perkopian Brazil dan Vietnam belum akan sepenuhnya pulih akibat cuaca panas ektrim yang menyebabkan hancurnya kebun kopi di dua negara penghasil kopi terbesar di dunia tersebut.

Salam Satu Ranting

280524

INDUSTRIALIASI PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANA NASIB PRODI ILMU KEAGAMAAN?

Oleh: Dr. Kholili Hasib Dipublikasikan ulang oleh: Ilham Akbar, M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti sainte...