30/03/23

Rezeki dalam Ilmu Tasawuf

Dalam ilmu tasawuf disebutkan :

1.    Rezeki yang paling rendah itu adalah HARTA

2.    Rezeki yang paling tinggi itu adalah KESEHATAN

3.    Rezeki yang paling utama itu adalah ANAK YANG SHOLEH-SHOLEHAH

4.    Rezeki yang paling patut disyukuri adalah KHUSNUL KHOTIMAH

02/03/23

BELAJAR DARI PUASANYA ULAT DAN ULAR

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan.

Puasa merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada setiap hambanya yang muslim.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 183)

Kewajiban berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada manusia saja.

Beberapa jenis mahluk hidup melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.

Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi mahluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.

Diantara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialah puasanya ular dan puasanya ulat.

A. PUASA ULAR

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

Pelajaran dari puasanya ular :

1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.

3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

B. PUASA ULAT

Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.

Pelajaran dari puasanya ulat :

1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA

2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU

3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU

4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.

5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.

Kesimpulan :

Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin Taqwa, yaitu setelah puasa diri kita menjadi :
- Sholat 5 waktu di Masjid (bagi laki2).
- Senang membaca Al-Qur'an.
- Senang mengikuti kajian2 Islam dari para Ulama yang mengikuti Al-Qur'an dan Hadits2 Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam yang shoheh.
- Lebih sayang kepada orang tua, kepada istri/suami, kepada anak, dan saudara.
- Suka menolong orang lain yang kesusahaan.
- Senang bersedekah dan membelanjakan hartanya di jalan Allah.
- Membuang kebiasaan berjudi, berzina, minuman keras, narkoba, yang kesemuanya itu merusak diri sendiri dan merugikan orang lain.

Selamat menunaikan puasa Ramadhan, semoga lulus menjadi Muttaqin.

22/02/23

Tak perlu minder apalagi protes pada Allah

Sekarang aku mengerti
Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.
Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.
Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA
Namun tetap miskin juga.
Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA
.
.
Seorang anak bertanya kepada ibu dan bapaknya :
Ibu, bapak mengapa kita miskin?
Dengan tenang sang ibu berkata :
Nak, hidup ini seperti jalan² di Supermarket
.
.
Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.
Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti,
Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.
Sementara kita tak mungkin membawa apa². Karena tak punya uang untuk membelinya.
.
.
Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja
Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.
Saat orang² kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.
Saat orang² kaya ditanya tentang
Darimana hartanya mereka peroleh ?.
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?.
Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !
.
.
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.
Anakku,
Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin
BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah KEMATIAN, kemiskinan itu akan sirna.
BERPIKIRLAH POSITIF,
Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa
Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.
.
.
JANGAN PERNAH MINDER
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.
Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya,
Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.
Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.
Menunggu kita Siap Menerimanya....
Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda,melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".
.
.
Semoga yg bilang aamiin semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah swt berikan.
Aamiiin ya rabbal'alamin
Baarokallahufiikum...

14/02/23

Ilmu Fisika (Albert Einstein)

Tak perlu berlebihan
Hidup sesuai kemampuan
Utamakan kebutuhan
Supaya tidak terjebak dalam gaya hidup yang menyulitkan



13/02/23

KHR Ach Azaim Ibrahimy, Cucu Mediator Terbentuknya NU yang Haus Akan Ilmu

Kiyai Azaim Bayi yang dianggap Tumor.

KH Raden Ahmad Azaaim Ibrahimy dilahirkan pada tanggal 25 Januari 1980. Awalnya janin dari bayi mulia ini sempat dianggap oleh ibundanya sebagai penyakit tumor, karena saat mengandung sang ibu tidak merasa lazimnya wanita hamil.

Selama mengandung putranya ini, Nyai Zainiyah tidak pernah merasa bahwa ia telah mengandung. Pasalnya, kandungan tersebut tidak pernah ia rasakan seperti yang ia rasakan saat mengandung anak-anak yang lain. Bentuk kandungannya pun seolah-olah di dalamnya tidak berisi bayi.

Namun, sang ibu tidak mau memeriksakannya ke dokter. Khawatir nantinya divonis mengidap penyakit tumor. Sungguh kuasa Allah, yang awalnya dikira sebagai tumor itu ternyata adalah seorang bayi yang kelak menjadi pemuda yang haus ilmu, bahkan menjadi penerus estafet Pondok Pesantren Salafiyah Syafi iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur.

 Kiyai Azaim Bayi yang terbang Baca Kalimat Tasbih.

Diceritakan, sebelum hamil sang ibunda bermimpi. Mimpi ini merupakan isyarat bahwa anak yang dikandung kelak akan menjadi seorang yang ilmunya tersebar luas dan manfaatnya dirasa oleh banyak orang.

 Pada suatu malam, sang ibunda bermimpi melihat seekor ayam berwarna kuning emas terbang dan mengelilingi pesantren. Kemudian ayam itu berkokok dengam melafadzkan Subha nal Malikil Qud dus. Pada pagi harinya, Nyai Zainiyah bercerita kepada suaminya Kyai Dhofir perihal mimpinya. Kemudian Kyai Dhofir berdoa agar dikarunia anak laki-laki.

Tak lama dari peristiwa itu, Nyai Zainiyah mengandung dan tak lain yang ada di dalam kandungan adalah KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy.

Lora Azaim dalam Pelukan Sayyid al-Maliki.

Saat Kiyai Azaim berumur 20 hari, kakeknya, KH Raden As'ad Syamsul Arifin kedatangan tamu, Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki yang berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi iyyah atas nama utusan Kerajaan Arab Saudi. Di tengah-tengah tamu kiyai As'ad lagi berbincang bincang dengan asik, sosok bayi laki-laki mungil yang masih suci ini ternyata juga ikut menyimak. Usai membicarakan tema-tema penting, Kiyai As'ad berharap kepada Allah agar bayi yang sedari tadi mengupingi isi pembicaraan itu, menjadi anak yang sholeh, bermanfaat bagi umat. Beliau pun memohon kepada Abuya Sayyid Muhammad agar berkenan memangku anak itu walau sebentar. Abuya Sayyid mengabulkan permintaan Kyai As'ad. Bayi mungil itu pun sudah ada di pelukan Sayyid. Ia merasa nyaman dan sayyid pun tanpa terasa telah terbuai dalam cinta sang bayi mungil itu. Kemudian Sayyid merasa ingin memiliki bayi itu. Tanpa merasa ada beban, Sayyid mengutarakan keinginannya untuk segera memiliki sang bayi. “Jika anak ini sudah dewasa, biarkan ia bersama saya,” ungkap Sayyid Muhammad.

Kiyai Azaim Nama asalnya Muhammad Imdad

Nama Kiyai Azaim, pada mulanya bernama Muhammad Imdad, sebuah nama pemberian ibundanya, Nyai Zainiyah. Bayi lelaki yang bernama Imdad diasuh oleh Nyai Siti. Bersama ibu asuh inilah, ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya. Pernah suatu ketika, Imdad melempari batu ke arah Madrasah Putri gegara Nyai Siti saat itu sedang mengajar di kelas. Muhammad Imdad meminta Nyai Siti untuk berhenti mengajar. Saat Imdad ngamuk, datanglah Kiyai As'ad. Mengetahui cucunya ngamuk seperti itu, Kiyai As ad bertanya kepada Nyai Siti kanapa Imdad ngamuk, Nyai Siti menjawab karena diketahui ngajar santri. Selepas itu, Kiyai As ad dengan nada sambil bergurau meminta agar nama Muhammad Imdad dirubah.

Saat itu, Kakek Imdad menjelaskan kepada Nyai Siti, kalau cucu itu masih bernama Imdad, ia akan nakal dan sulit diatur. Maka atas permitaan Kiyai As'ad, Nyai Zainiyah merubahnya menjadi Ahmad Azaim Ibrahimy.

Kesenangan Kiyai Azaim saat kecil adalah main tembak-tembakan. Profesi yang sering dilakukan para tentara itu sangat digemari oleh Kiyai Azaim di kala kecil. Sehingga tidak jarang ia berlagak seperti tentara. Seperti memainkan tembak-tembakan sambil bersembunyi seolah-olah sedang mengintai atau menghindari musuh.

Penah suatu ketika Kiyai As’ad sedang menerima tamu negara, yaitu Mentri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam), LB. Moerdani. Kiyai Azaim mengetahui kalau yang menjadi tamu kakeknya itu adalah tentara, dengan sigap Kiyai Azaim berlari menuju Kiyai As’ad seraya berteriak “Pak tembak, Pak tembak” sebut Kiyai Azaim kepada Pak LB Moerdani.

Kiyai Azaim yang ingin melihat Jendaral TNI tersebut, langsung duduk di pangkuan sang Kakek. LB. Moerdani yang belum mengetahui siapa bocah kecil itu langsung bertanya kepada Kiyai As’ad.” Siapa anak ini Kiyai?”

Kiyai As’ad menyampaikan kepada tamunya kalau anak yang duduk di pangkuannya itu adalah cucunya sendiri. “Doakan cucu saya ini ya pak, Insya Allah ini yang akan menjadi pengganti Sukorejo, yang akan meneruskan perjuangan saya” ujar Kiyai As’ad kepada LB. Moerdani.

Beliau dan Jendral TNI itu sedang berbicara empat mata, tidak ada seorangpun yang ikut berbicara selain mereka berdua. Tetapi tanpa sengaja, perbincangan itu kemudian didengar oleh Nyi Siti, ibu asuh Kiyai Azaim.

Pada masa menempuh pendidikan dasarnya, Azaim kecil tidak jauh beda dengan teman-temanya yang lain. Ia bermain, gurau, nakal dan lain sebagainya. Kiyai Azaim tidak jarang membuat mangkel ibu dan kaka-kakanya dikarenakan persoalan klasik bagi anak kebanyakan. Merengek-rengek, membanting sesuatu ketika merasa kecewa sampai urusan mandi.

Masa kanak-kanaknya tanpa terasa seiring berlalu dengan berlalunya sang waktu. Tahun 1992 iapun lulus SD. Karena belum siap pisah dengan teman-temanya iapun melanjutkan Pendidikan menengahnya di SMP Ibrahimy Sukorejo.

Pada masa pendidikan di lembaga milik keluarganya ini, ia tempuh sekira 1992-994. Di SMP Ibrahimy ini ia tidak sampai menyelesaikan pendidikan SMP-nya. Dengan berbagai pertimbangan, ia pindah ke Nurul Jadid Paiton sampai lulus SMP tahun 1995.

Kepindahan Kiyai Azaim dari SMP Ibrahimy ternyata atas inisiatif beliau sendiri. Alasannya untuk pindah dari sekolah yang notabene milik keluarganya sendiri sangat mencengangkan.

Di SMP Ibrahimy ini, Azaim ingin cepat-cepat pindah karena ia merasa guru-gurunya memperlakukan istimewa. Walau sebangai cucu Kiyai As’ad, Kiyai Azaim ternyata tidak nyaman dengan perlakuan gurunya terhadap Kiyai Azaim.

Iapun mendesak sang ibu untuk mencarikan tempat mondok yang baru. Atas hasil istikhoroh sang ummi, KIyai Azaimpun mantap mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.
Tak ingin istimewa di tempat barunya ini, ia tidak pernah menampakkan sama sekali kalau ia putra KH.Dhofier Munawar, telebih cucu KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Di pesantren inilah, ia tampil apa adanya. Kiyai Azaim sering menyapu dan mencuci piring di dapur. Usai menyapu dan cuci piring, ia langsung pergi tanpa mengambil upah yang ditawarkan kepadanya.

Sejak menyelesaikan pendidikan formalnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton (1994-1998), Kiyai Azaim menjadi santri perantau. Ia kerap pindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Ia mulai pindah dari pesantren yang satu menuju pesantren yang satunya pada kurun tahun 1998-2003.

Perantauan imiyahnya terasa semakin lengkap ketika ia berangkat ke Ma’had Rushaifah pada tahun 2003. Dengan menggunakan Paspor TKI, ia berangkat ke Tanah Suci. Berbekal restu Sang Ummi, Kiyai Azaim mantap menuju Ma’had yang saat ini diasuh oleh Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki.

Sesampainya di Kota kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, langsung menghadap Abuya Sayyid Muhammad. Saat itu orang yang pernah menggendongnya itu sudah sakit-sakitan. Baru bertemu dengan Sayyid, Kiyai Azaim langsung diminta untuk membantu Sayyid. Ia tidak diberikan keluar oleh Sayyid.

Minggu-minggu pertama di Kota Mekkah, Kiyai Azaim sering diperintahkan Sayyid untuk mengantarkan makanan berbuka puasa ke Masjidil Haram. Mengantar berbuka puasa inilah yang dilakukan di bulan Ramadhan setiap harinya.

Sekitar satu tahun di Mekkah, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki wafat. Otomatis ia diganti putranya yaitu Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki.

Selain sebagai santri yang cerdas, Kiyai Azaim dikenal sangat dekat dengan Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki. Ia sering diminta menjadi penerjemah isi pidato Sayyid Ahmad. Jika ada jamaah yang datang dari Indonesia ke Sayyid Ahmad, bisa dipastikan Kiyai Azaimlah yang ditunjuk sebagai penerjemah.

Kealiman KHR Ahmad Azaim Ibrahimy memang sudah tidak diragukan. Alim wajar saja sebagai cucu kiyai As’ad ini, abahnya Kiyai Dhofier Munawar siapa yang tidak tahu kealimannya. Cucu Kiyai Ruham yang wafat tahun 1985 dikenal sebagai kamus berjalan.

Sehingga besar kemungkinan kealiman abahnya berpindah kepada putranya yang tidak lain adalah KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy yang kini menjadi Pengasuh ke IV Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy merupakan pengasuh keempat yang didaulat jadi pimpinan pesantren sejak tahun 2012. Sebelum beliau telah ada tiga generasi pengasuh. Beliau adalah KHR. Syamsul Arifin (1908 – 1951), KHR. As’ad Syamsul Arifin (1951 – 1990), dan KHR. Fawaid As’ad (1990 – 2012).

 


04/02/23

#Ubah Pola Pikir

 



Canda kopi selalu menarik


Tentang panas dan uap
Jika tak beruap tak panas
Jika tak panas tak nikmat
Padahal ketika cekat
Dingin pun habis disikat
Ada mendiamkan sesaat
Kemudian terlupa
Terbuai obrolan lamunan semesta
Uap lenyap tanpa bekas
Butiran-butiran ampas kasar di hitam pekat
Entah tersisa sia-sia atau jadi sebuah cerita
Canda kopi itu menarik
Jika aku tiada maka kau pun tiada
Jika kau ada aku belum tentu ada
Dan kopi selalu dirindukan
Disaat-saat aku tak dirindukan

31/01/23

"Tentang Aku"

"Tentang Aku"

 #AKU Tak Terlahir Dari Keluarga Berpendidikan TINGGI Yang Mempunyai Harkat Dan Martabat Serta Kehormatan Yang Melangit,

#AKU Hanya Terlahir Dari Keluarga Yang Mengajarkan Cara Bertahan Hidup Dari Hari Ini Untuk Hari Esok,
#SEHINGGA_AKU Diajarkan Pandai Bersyukur, Dalam Segala Hal, BAIK LISAN SERTA TINDAKANKU,
Karena Disaat AKU MEMBERI Bukan Aku Merasa Kaya Dan Mampu, NAMUN AKU Pernah Merasakan Bagaimana Rasanya KEKURANGAN.
Insya Allah Barokallah Aamiin Allahumma Aamiin🙏🙏🙏🙏

27/01/23

𝙍𝙞𝙣𝙙𝙪 𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙉𝙚𝙜𝙚𝙧𝙞 𝙈𝙖𝙡𝙖𝙢

 

Tulisan kecil untuk kenangan
_______________________________
𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 ..
𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘬𝘶
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪
𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘣 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱
𝘒𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘤𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶
𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘨𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘸𝘢𝘮𝘶
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘴 𝘢𝘺𝘶𝘮𝘶
𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘨𝘶𝘮
𝘚𝘪𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘫𝘦𝘭𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘥𝘢𝘮𝘣𝘢 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘺𝘢
𝘏𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘮𝘢𝘳𝘢𝘮𝘶
𝘔𝘢𝘭𝘢𝘮-𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪
𝘊𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘬𝘶
𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪𝘵𝘶𝘯𝘵𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯
𝘗𝘦𝘳𝘪𝘩𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 ..
𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢
𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩
𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘳𝘶𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯
𝘒𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘯𝘶𝘨𝘦𝘳𝘢𝘩
𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶
𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘵𝘢𝘸𝘢𝘳 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳-𝘕𝘺𝘢
𝘈𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘬𝘶𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘮𝘶
𝘓𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢
𝘚𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 ..
𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳
𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪
𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘵𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢
Sukorejo, 28 Januari 2023

#Kuatkan iman...

 BESI itu kuat, tapi API mampu meleburkannya,

API itu kuat, tapi AIR mampu memadamkannya,

AIR itu kuat, tapi AWAN mampu menyerapnya,

AWAN itu kuat, tapi ANGIN mampu menolaknya,

ANGIN itu kuat, tapi BUKIT mampu menghalanginya,

BUKIT itu kuat, tapi MANUSIA mampu menghancurkannya,

MANUSIA itu kuat, tapi NAFSU mampu menundukannya,

NAFSU itu kuat, tapi IMAN mampu mengalahkannya.

Tapi bila IMAN KUAT tiada apa yang mampu mengalahkannya
YA ALLAH..
Kuatkan IMAN kami dimana saja kami berada..
Aamiin...

26/01/23

#Jangan Nganyang!!!!!! (by; Inspiratif teacher)

 Jangan Nganyang!!!!!!

Ahmad Ch
************
Sunat nganyangtu!
Inilah kata sakti mandraguna ye biase diguneka oleh para penganyangers mangke dapat barang dianyang tu dengan rege semurah-murahnye.
Dalam hukum jual beli, ngayang itu dibolehka. Bukan disunatka. La dikelibiki di gugel, la didengaghi ceramah, lum nian di cakaghi amu dikitab-kitab kuning gundul, ye ngateka bahwa nganyangtu sunat.
Ye ade hukum nganyang/nawar tu boleh. Amu hukumnye sunat kite dapat pahale amu nganyang. Anye karne hukumnya boleh, dik nganyang lebih iluk.
Nganyang-mengayang merupakan seni dalam jual beli, dan itu boleh. Catat Boleh/ dik ka ngape, bukan sunat. Amu dik nganyang alap, retinye kite membahagiakan penjual.
Seorang penjual perasaannya akan bahagia jika jualannya laku, habis, dan mendapatkan uang yang banyak dari jualannya, dan sebaliknya pedagang akan merasa kecewa jika jualannya habis tapi uang yang didapat tak sesuai harapan karena banyaknya yang menawar/nganyang.
Ditukilka pesan Rasulullah “ Dan Allah akan menolong seorang hamba,selama ia masih mau menolong saudaranya” Bukankah kita termasuk menolong saudara kita jika kita membeli sesuatu dari jualannya?
Penomena Kalangan di dusun
Kalangan dusun adalah pasar mingguan tempat masyarakat dusun bertaransaksi. Kebanyakan yang dijual adalah kebutuhan dapur sehari-hari. Ramuan gulai, kunyit, pedas, cabi, tungdire, taghuk lumai, taghuk labusiam, tighau tuwi, tighau bibigh, pukuknye banyak.
Nah mbasi jenis ramuan gulai ni ye biase regenye kadang melangit kadang membumi adalah cabi. Lain disane jarang mahal palangan. Jembak, mpuk lebuk mpuk besak jarang berege duepuluh ribu. Amu setumbar idup sekebat seribu tulah, dik naik-naik kisa dikale.
Kadang la ngecik-ngecik saje kerbai bejualan tu, jualannye kunyit secumpuk, pedas sebakul kecik, tungdire la cumpuk-cumpuk kanye ade 8 cumpuk, due ribu secumpuk, setumbar idup 6 kebat, regenye seribu sekebat, seghai 10 kebat, amu di regeka sekitar 70 ribu sedakde jualannye tu.
Niat kerbai ini amu laku gale pacak mbeli ayam abang ndik mberap jeme baguk. Namun apalah daya….
Lum lame duduk, lum biye jeme mbeli…
Kercis bung, kate tukang kercis, lah due ribu makan mudal…
Lum senampur datang kerbai njinjat sangkik, baju alap, cenila tumit due jaghi, jelbab mirik Pashmina gulihan mbeli onlin COD pule, ngayap mbeli cungdire cumpukan, rege due ribu secumpuk, dianyang 3 cumpuk lime ribu, mintak pule penganyangan setumbar idup sekebat. Ayyay?????? Rupenye masih kawan katenye.
Singkat cerite. Abis jualan kerbai itu, rikinnye duit, tekumpul duit 49.000, nanye rege ayam nggak jeme bejualan disampingnye, 45.000. Ka balik mbeli martabak pesanan anaknye, lime ribu regenye. Alhasil rikin-rikinlah li kamu guk inilah beghape kerbai itu gulih duit.
Anye sepenganyang-penganyang Kaman kamu, ade due macam jualan dikalangan tu ye dik kene dianyang. Ngganti nian amu kamu masih nganyang titu.
Pertame, umbut uwi, ngganti amu ibung-ibung nganyang titu. Usim gimude aku pernah ajaknye li murid dang bekemah ncakagh umbut, mancanku mudah juge tinggal netak. Rupenye sukagh sakit.
Dikbie ditengah kebun atau dipinggir kebun mbasi umbut ni. Ndak masuk ke ghimbe, ndak taghik ndak unjan. Amu cucuk dughinye sedie kate. Amu pacat ngerintil la luk liling ngerintil di unjagh.
Dikalangan rege umbutni rupenye dik sesuai nggak perjuangan ngambiknye. Paling mahal sepuluh ribu tige kebat.sekebat tige atau empat tetak. Retinye dik sampai seribu setak titu.Mangke masih ndak anyang. Nggantiiii nian ibung-ibung.
Ye kedue jangan pule dianyang jantung pisang utan. Ngape? Ncakahg titu ampir same pule nggak umbut uwi tadi. Dikbie dipinggir sawah badah titu. Nak njukjuk pule masuk utan. Dan dikalangan rege titu sutik paling mahal lime ribu.
******
Untuk gengsi kita tak pernah menawar. Ketika berbelanja di Mall berapapun harga yang tergantung pada merk barang yang kita beli kita sanggup membayarnya.
Ketika berbelanja di April dan Maret begitu juga, berapa total kata petugas kasirnya, uang yang masih harum kita keluarkan. Tapi kenapa ketika berbelanja diwarung sebelah rumah masih ditawar dan kadang diberi uang yang sudah pudar gambarnya.??
Mari bijak berbelanja.
#Catatan Balik Kalangan Pagian Tadi
#Jumat, 270123

20/01/23

#Jangan merasa...

Jangan merasa tersakiti karena tanpa sadar dirimu juga bisa melukai.









 

#Ditertawakan angin...

 


# Nasehat dan Renungan Untuk Diriku Sendiri...


Ku dapati orang-orang yang banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka.
Ku dapati orang-orang yang senantiasa bangun mengerjakan shalat malam.
Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka.
Ku dapati orang-orang yang rajin menjalankan puasa sunnah.
Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka.
Ku dapati orang-orang yang menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, membaca Al Qur'an, senantiasa bertaubat.
Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka.
Ku dapati orang-orang yang sabar, ikhlas, qonaah, menjaga lisan, berakhlak baik.
Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku pun juga masih jauh ketinggalan dari mereka.
Sungguh aku menyadari, ternyata aku masih banyak kekurangan dalam amal shalih daripada mereka.
Dan aku semakin merasa bersalah...
Ketika teringat hampir seluruh waktuku tersita untuk mengerjakan tugas-tugas dunia. Sedangkan untuk Allah hanya kuberi waktu sisa.
Lantas entah apa yang akan kukatakan pada-Nya,
Jika sedetik kemudian Dia memanggilku ?!

INDUSTRIALIASI PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANA NASIB PRODI ILMU KEAGAMAAN?

Oleh: Dr. Kholili Hasib Dipublikasikan ulang oleh: Ilham Akbar, M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti sainte...