31/12/22

Selamat tahun baru 2023

 Detik berlalu, dan hari terus berlalu.

Setiap hari, fajar menyingsing di ufuk timur.

Jejak kaki memperindah hidup.

Bersama-sama, tawa dan air mata mengalir

Ada yang terpanggil, tapi ada pula yang semakin tersesat.

Yang lainnya pergi dari alam fana ini ketika seseorang lahir.

Ingatan setiap orang telah ditorehkan secara permanen dengan dongeng dan kesan.

Langkah terus berlanjut.

Katakan halo pada matahari yang indah dan cemerlang.

berharap dalam beberapa cara untuk dapat bertemu

Semoga harapan dan cita-cita segera terkabul.

Selamat Tahun Baru, 2023.

23/12/22

*IMAM ABU HANIFAH VS ULAMA SOMBONG*

 


👳🏻‍♂️

👳🏽‍♀️
(Bukti Aqidah Imam Abu Hanifah)
Kala itu Imam Abu Hanifah yang masih berusia 7 tahun menghadapi Dahriyyah seorang ulama yang merasa tinggi karena ilmunya
Seluruh ulama pada waktu itu tak mampu menandingi ilmu Dahriyyah terutama dalam bab tauhid. Keadaan tsb menjadikan Dahriyyah merasa paling pintar, hingga muncullah sifat sombong pada dirinya, bahkan na’udzubillah akhirnya ia berani mengatakan bahwa Allah itu tidak ada. Sayangnya para ulama pun tak mampu mengalahkan hujjah2nya.
Di suatu pagi Dahriyyah mengumpulkan para ulama di suatu majelis milik Syaikh Himad (guru Imam Abu Hanifah), dan hari itu Abu Hanifah yang masih kecil turut hadir. Dahriyyah pun naik ke mimbar dan berkata dengan sombongnya ;
“Siapa diantara kalian hai para ulama yang sanggup menjawab pertanyaanku ?
Sejenak suasana hening, para ulama terdiam. Namun tiba-tiba berdirilah Abu Hanifah kecil dan berkata ;
“Omongan apa ini ? Maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.”
Dahriyyah : “Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku, tidakkah kamu tahu bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, para pemilik jubah kebesaran mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil badannya berani menantangku !”
Abu Hanifah : “Allah tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat, dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada al-ulama.”
Dahriyah : “Apakah kamu akan menjawab pertanyanku ?”
Abu Hanifah: “Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq Allah.”
Dahriyyah : “Apakah Allah itu ada ?”
Abu Hanifah : “Ya ada.”
Dahriyyah : “Dimana Dia ?”
Abu Hanifah: “ALLAH, TIADA TEMPAT BAGI DIA.”
Dahriyyah : “Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat ?”
Abu Hanifah : “Dalilnya ada di badan kamu yaitu ruh. Sekarang aku yang bertanya, jika anda yakin ruh itu ada, maka dimana tempatnya ? Apakah dikepalamu, diperutmu atau dikakimu ?”
Dahriyyah mati kutu diam seribu bahasa dengan muka malu.
Lalu Abu Hanifah minta air susu pada gurunya Syaikh Himad, dan bertanya lagi pada Dahriyyah.
Abu Hanifah : “Apakah anda yakin di dalam susu ini ada rasa manis ?”
Dahriyyah : “Ya saya yakin di susu itu ada rasa manis.”
Abu Hanifah : “Kalau anda yakin ada rasa manisnya, maka aku tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas ?”
Lagi-lagi Dahriyyah terdiam menanggung malu.
Abu Hanifah pun menjelaskan : “Seperti ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi Allah tempat di alam ini baik di ‘arsy atau dunia ini.”
Dahriyyah bertanya lagi : “Sebelum Allah itu apa dan setelah Allah itu apa ?”
Abu Hanifah : “Tidak ada apa-apa sebelum Allah dan sesudahnya tidak ada apa-apa.”
Dahriyyah : “Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa ?”
Abu Hanifah : “Dalilnya ada di jari tangan kamu. Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking ? Dan apakah anda akan bisa menerangkan jempol duluan atau kelingking duluan?
Demikianlah sifat Allah. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. ITULAH MAKNA "ADA" BAGI HAK ALLAH .”
Merasa dipermalukan, Dahriyyah bertanya lagi untuk menjatuhkan Abu Hanifah : “Satu lagi pertanyaanku, apa perbuatan Allah sekarang ini ?”
Abu Hanifah : “Anda telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang di tanya di atas mimbar”
Dahriyyah pun turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.
Dahriyyah : “Apa perbuatan Allah sekarang ?”
Abu Hanifah : “Perbuatan Allah sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti anda ke bawah jurang neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan”
——————————————————————————
Sumber : Kitab Fathul Majid hal 7
Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al Jawi Assyafi'i

21/12/22

Selamat hari ibu

 



Dia wanita terkuat di dunia,
dia wanita terhebat di dunia dan
dia wanita terbaik di dunia, wanita itu adalah ibu...
sungguh besar pengorbanan dan perjuangan mu
merawat kami sedari kami kecil, engkau tidak pernah mengeluh dalam merawat kami..
engkaulah malaikat tak bersayap yg kasih sayang nya seluas samudera..
Ya Allah..
Lindungi dan sayangilah ibu kami sebagaimana dia melindungi dan menyayangi kami ..
semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan dan kesehatan untukmu ibu...

07/12/22

ANDROID MENGUBAH SEGALANYA...



Sedikit cerita tentang permainan anak2 jaman dulu, yang sekarang menjadi gadget.
System HP Android mengubah segalanya dan hancurkan generasi bangsa.
Alat canggih dalam genggaman, yang merasa membawa kita keliling dunia tanpa melangkah.

Yang jauh serasa dekat. Yang dekat serasa ada di dunia yang berbeda.
Asyik mengobrol dengan orang yang sesungguhnya tak benar2 peduli kepadamu.
Sementara keluarga yang selalu ada di sisimu dan bersamamu, diabaikan dan tak kau pedulikan lagi.

Bisakah semua kembali seperti dulu lagi?
Anak2 kembali riuh bermain di alam bersama teman. Penuh canda riang. Bergerak dan berlari, menganyam persahabatan.
Orang tua, nenek-kakek, adik, kakak, sanak saudara, kembali mesra, ngobrol sambil berbagi rasa...
Sungguh indahnya...
Rindu suasana itu kembali ada...

Koreksi Diri

 




25/11/22

GURUKU MASA DEPANKU

 GURUKU MASA DEPANKU

Dulu aku tak pandai membaca
Tak satu hurufpun kusebut namanya
Tanganku bergetar kaku saat disuruh menuliskan kata-kata
Aku kesulitan saat menghitung barisan angka-angka
Namun kini aku tak perlu lagi mengeja kata
Kalimat mampu kubaca bahkan dengan intonasi dan nada
Aku bisa menulis dikte dengan lancar dan indah
Mengali membagi tak lagi susah bagiku apalagi hanya sekedar mengurang dan menjumlah
Semua itu karenamu, wahai guru-guru ku
Banyak hal engkau ajarkan kepadaku
Dari mengeja huruf sampai memahami rangkaian kata-kata
Engkau ajari aku akhlak, tingkah laku serta adab dan etika
Aku sangat beruntung mempunyai guru seperti kalian
Yang mengajariku dengan teliti dan cekatan
Yang membimbing jalanku menuju masa depan
Guruku, lihatlah aku
Hari ini aku akan belajar dengan penuh semangat dan hati senang
Terima kasih guruku 🙏

For

@KHR.Ach Azaim Ibrahimy

@guru ngaji

@Seluruh dewan guru SDN 1 SDU

@Seluruh dewan guru MTs RN

@Seluruh dewan guru MA RN

@Seluruh dewan guru P2S3

@Seluruh dewan guru Madrasah Ta'hiliyah Ibrahimy

@Seluruh Dosen Universitas Ibrahimy

13/11/22

ASAH PAHATAN

 


ASAH PAHATAN

Ahmad Ch
***************
=>my inspirative teacher<=(Guruku ye ngajari aku waktu MARN madaknye, sehat selalu guru, panjang umur, murah rezeki Amiin)
Sebelum aku nulis tuape nian asah pahatan, tepakse laju becakagh nian nggak pahat. Sate diperatikah ternyate pahat tu landap sebelah, ye sebelahnye nunggu, datagh saje luk dinding. Tetegak. Anye masih ka melukei amu entaknye bai keting.
Entah puyang mane ye nembaika istilah asah pahatan dikaitka nggak dinamika kehidupan jeme Semende. Dibadah lain kukire ade juge ye luk ini, anye mungkin lain mbasekanye.
Antakka nuliska tini, aku berupuk-rupuk, makmanela akuni dikde asah pahatan pule? Anye tuape mbasi nulis ndak pir-piran. Janga amu ka tekene ke dewek dindak nuliskanye, laju tekene base tinggi “Konflik Kepentingan”
Istilah asah pahatan dalam dinamika kehidupan Semende merujuk dalam kehidupan berumah tangga. Ntah amu jeme besuarian, la ade pule istilah ini?? ndak bujang gadis pacak njawabnye.
Asah pahatan dalam istilah semende landap ke sebelah bini, tumpul kesebelah laki, dan sebaliknye. Dalam tulisan sebelumnye ye bejudul ”Jeme Masuk” la disinggung dikit tentang asah pahatan ni. Anye banyak ye mintak tolong tuliska dikit tentang asah pahatan ni. Apekah jeme ye mintak tuliska tentang asah pahatan ni korban asah pahatan, Walluhualam.
Kurang galak ke sebelah menyebelah ni kadang njadi gawi nian. Sate keluarge ma laki atau ma bini berayak mulai merangi-merangi, luluk kawan ma laki atau ma bini tadi ka ngutang sepanjangan, padahal dietu busik ka ngenjuk lukak kapuh. Anye nginak puram ma tuan rumah dik ribang nian, laju urung die ngeluarka puntalan lukak.
Mbaktula waktu baguk
” jadilah ngamplok, dikde nak gaghi menagh ma sianu” (padahal badah dik jauh)
“kite ni dang ade gawi, bekirim saje jadilah” (Padahal Mpai bekelang dusun sutik)
“Ai nak gahgi menagh ma sianu, die lum pernah nggaghi kite” ( Ai mamak nggak ibung)
Konsep keadilan kepihak suami atau istri, harus sama-sama diurus, jangan sate ma sebelah laki baguk cacak ndiam-ndiam, sebelah ma laki berayak luk dik anjam nian, giliran kawan ma bini berayak dimungguhka palang, giliran sebelah ma bini baguk begeruntuman. Mbaktula pule sebaliknye. Amu ye mudil ini la tejadi didalam rumah tangge, ini la tande-tande asah pahatan.
Marilah kita asah ladingan, atau asah pisauan, jadi same-same diasah,dang landap mangke same-same landap, pacak gale ngenekanye, sate tumpul, tumpul nian, dik nian tau makainye.
Amu ade dikeluarge kite ye mudil ini, paila kite iluki. Karne kate kiyai di ma jeme baguk tadi, Berkeluarga itu adalah bergabungnye dua keluarga yang selame ini dikpernah sepacakan dik pernah setunggalan menjadi satu keluarga besar yang tidak boleh dibeda-bedakan.
Dikde nak tesinggung-singgung mbace tulisan ini. karne name dan sape nye dikde disebutkan.
Wallahualam.
Minggu, 13 Nov 2022
Ujan Saghi

12/11/22

Hebatnya Huruf T

 Hebatnya Huruf  T

Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus, Tukang Tempe Tetap Tabah,
"Tempe-tempe" , Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu,
Terpaksa Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu…Tahu. ..Tahu… !"
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe.
Tukang Tahu Tidak Terima, "Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek…. !"
Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk… !" Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe.
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu. Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya,
Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak. Tukang Tahu Terjerembab. "Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe .. Tempe..Tapi Terus Terdengar Tembakan..Tukang Tempepun Tertembak Tentara Teroris..Teretetetetetetetetetetetetetetetetet!!! Tukang Tempe Terkapar Tertembak..Tukang Tahupun Tertawa Terbahakbahak..
Teletai Teritanya..!!

07/11/22

PENTINGNYA MUTHOLA'AH, KHIDMAH DAN KIRIM HADIAH ALFATIHAH KEPADA GURU

 PENTINGNYA MUTHOLA'AH, KHIDMAH DAN KIRIM HADIAH ALFATIHAH KEPADA GURU

Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya :
Jangan pernah tinggal mutholaah, dan jangan bosan mengulang2nya walaupun kitabnya hanya satu. sebab jika rajin mutholaah dgn berkah mu'allif, insya Alloh di futuh oleh Alloh.
Imam2 kita itu karya2nya luar biasa,Imam Ibnu Hajar tiap malam baca sholawat sebanyak 20 ribu, Imam Nawawi 40 ribu, dan Syaikh Abi Zakariya al-Anshari tiap malam baca sholawat sebanyak 30 ribu, sampai ketika disebut nama Rosululloh hati mereka bergetar.
Yang kedua, jangan tinggal hidmah kepada guru walaupun hanya sedikit, itu yg menjadikan sebab terbukanya mafahim yg luar biasa.
Yang terakhir, jangan tinggal kirim hadiah fatihah kepada guru, saya paling tidak suka kalau ada santri sampai melupakan gurunya, sebab kunci futuh itu ada di tangan guru, walaupun si santri lebih alim dari gurunya.
Dulu selama di pondok, saya ikut mencangkul, Matun ( menyiangi padi), Derep ( memanen). semua itu saya kerjakan atas perintah guru.
Selama di pondok, Saya tidak pernah menempatkan diriku sebagai seorang Sayyid ( Habib) .saya selalu menempatkan diriku hanya sebagai seorang santri. Walaupun sebenarnya guruku ( Kiai Muhammad Kaukab bin Muslim bin Sholeh) tahu nasabku. Pendiri Pondok Pesantren benda kerep yakni Kiai Sholeh, itu murid buyutku (Habib Umar bin Thoha bin Yahya Indramayu), Beliau sholat berjamaah subuh dgn wudhu sholat isya sebagai ma'mum di belakang Habib Umar selama 25 tahun. Kalau mau mencari orang2 yg alimnya melebihi Kiai Sholeh, banyak kita temui, tapi kalau mau mencari orang yg pangkat kewalianya tinggi seperti beliau, jarang kita temui.

31/10/22

Nafas Guru

Kalau tempatnya ilmu adalah hati, sementara hatinya kotor, bagaimana ilmu bisa turun ke tempat yang kotor ?


29/10/22

Imam Syafi'i dan Murid "Slow Learner"

 

Imam Syafi'i dan Murid "Slow Learner"

_____

Sangat mengesankan pada apa yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robi’tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya,

“Rabi’ Sudah faham paham belum ?”

“Belum faham, ”jawab Rabi’.

Dengan kesabaranya, sang guru mengulang lagi pelajaranya,lalu ditanya kembali, ”sudah faham belum? Belum.

Berulang diterangkan sampai 39x Rabi’ tak juga paham.

Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabi’ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafii mencari Robi’, melihat muridnya. Imam Syafi'i berkata, ”Robi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya !”.

Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.

Sang Imam mengajarkan Rabi’ secara privat, dan ditanya kembali, ”Sudah paham belum ?

Hasilnya? Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham.

Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa?

Menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,

”Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”

Mengikuti nasihat gurunya, Rabi’ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi’ bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya.

Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.

Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafi’i dalam mengajar dan mendidik.

Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ?

Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Ta'ala?

 

28/10/22

CENGENG ITU MANIS

CENGENG ITU MANIS

Kamu tahu? Kamu itu hebat.

Sebelum aku mengenalmu, kamu telah melewati banyak rasa sakit, kecewa, lelah. Namun kamu hebat, bisa bertahan sampai hari ini. Meskipun sering kamu berkata kamu cengeng dan lemah karena mudah sekali kamu menangis di malam hari.

Namun bagiku, kamu yang cengeng adalah seseorang yang manis. Kamu tahu cara melepaskan semua lelahmu dengan menangis. Kamu tahu cara kembali bangkit saat kamu berada di titik tersulit. Bukankah itu artinya kamu adalah seorang petarung yang hebat ? Yang mampu menumbangkan semua sakitmu hanya lewat air mata.

Seporak-poranda apa pun duniamu, kamu selalu mampu membuatnya kembali indah. Selalu bisa menebarkan senyuman, meskipun hatimu menjerit lelah. Tak apa jika kamu menangis, tak apa jika kamu cengeng. Adakalanya manusia memang harus menangis dan mengaku lemah, sebab manusia butuh lemah untuk menjadi kuat, butuh menjadi payah untuk menjadi hebat.

Terima kasih, kamu sudah kuat sampai sejauh ini. Menyingkirkan semua kekacauan di pikiran bukanlah hal mudah, namun air matamu mampu membuatnya mudah.

 

Ilham Akbar,

Jum’at, 28 Oktober 2022

  

20/09/22

Anakku


Anakku…

Bila aku tua,

Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,

Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,

Karena tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan karena aku sakit.

Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku.

Anakku…

Bila aku tua,

Andai tutur kata ku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,

Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,

“Ayah tuli kah ?”

“Ayah bisu kah ?“

Aku minta maaf anakku.

Aku semakin MENUA…

Anakku…

Bila aku tua,

Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,

Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,

Semua itu adalah sebagian dari proses MENUA.

Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua.

Anakku…

Bila aku tua,

Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,

Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah didepan aku.

Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi.

Badan aku lemah.

Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri.

Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu.

Anakku…

Bila aku tua,

seandainya aku sakit, temankan lah aku, aku ingin anakku berada bersamaku.

Anakku….

Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba, Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku.

Jangan cemas.

Jangan menangis.

Hadapi dengan keridhoan.

Aku berjanji padamu.

Bila aku bertemu Allah.

Aku akan berbisik padaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku.

Terima kasih banyak2 karena mencintaiku….

Terima kasih banyak2 kerana telah menjagaku…

Aku mencintaimu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri, Anakku..

  

Ibu saya

Ibu saya...

Pagi ini kepergok dikamar sedang nyobain Toga punyaku.

" ibu... lagi ngapain ?? " Begitu tanyaku

Dengan muka kaget dan senyam senyum malu ibu menjawab...

" ini ibu lagi nyobain Toga punyamu ,

Gimana Nak ibu cocok kan jadi sarjana "

Hatiku langsung gak karuan dan air yang ada di ujung pelupuk mata ini mau meleleh rasanya.

Ibu ini memang Sarjana kok bu, bahkan buatku gelar yang cocok untuk ibu adalah S.H alias Sarjana

Hebat

. Begitu jawabku , sambil ku lihat beliau mesem mesem tersipu malu.

Ibu saya ini hanya sekolah SR alias ( sekolah rakyat )...Seumur hidupnya Beliau tak pernah merasakan memiliki ijazah.

Karena saat kelulusan sekolah SR dulu ibu terpaksa keluar sama mbah kakung buat jagain adik adiknya.

Walaupun ibu gak pernah memiliki ijazah tapi ibu pengagum Toga nya para sarjana.

Dulu...Kalau ada tetangga yang wisudaan trus pake toga , ibu senangnya bukan main dan ikut antar menuju kelulusannya dikampusnya..

Waktu aku masih sekolah Ibu selalu bilang ,,, kamu harus pakai Toga yah nak, begitu katanya.

Bahkan hingga sekarang pun kalau ibu liat berita ada orang yang gelarnya berderet deret beliau antusiasnya luar biasa.

Nak, bedanya dr dengan DR itu apa ? Trus itu dibelakangnya ada MM, MT, MSC itu artinya apa ? begitu tanya ibu ketika melihat ada orang bergelar di berita televisi.

dr itu dokter bu, gelar profesi untuk Sarjana Kedokteran nah kalau DR itu Doktor adalah gelar untuk mahasiswa yang menyelesaikan kuliah sampe S3 bu.

Kalau MM, MT, MSC itu gelar mahasiswa yang menyelesaikan S2 dan nama gelarnya sesuai dengan jurusan masing masing.

Ibu manggut manggut denger penjelasanku,

Jadi gelarmu sama istrimu itu skrg apa nak ,

Aku SE , MM kalau istriku dr, Sppd bu .

Aku ingat banget Dulu waktu aku masih sekolah aku suka antar ibu bapa berobat ke salah satu dokter langganan namanya

dr. Henky , saat itu ibu nyeletuk bilang ke aku,,, Nak nanti tulisan yang ada di papan itu bukan lagi dr. Henky tapi dr. Teja

( aku sama bapa senyam senyum sambil mengaminkan ).

Ibu saya hanyalah wanita biasa yang tidak berpendidikan, namun cinta dan jasanya tidak akan pernah mampu di lukiskan dengan kata-kata, bahkan aku haram menghitung jasa-jasanya karenaTerlalu besar.”

“Luas lima benua dari timur ke barat dan utara ke selatan tidak akan pernah bisa menyaingi luasnya cinta ibu kepadaku. Tiada nama lain selain namaku yang ibu ucapkan ketika sedang menyembah Tuhannya.

Ibu ... aku memang belum mampu mewujudkan mimpimu untuk mengganti papan namanya

dr. Henky menjadi dr. Teja Namun aku sudah menuntaskan janjiku kepadamu memakai Toga dan berdiri diatas podium meraih gelar yang kau dambakan.

Sungguh gelarku ini bukan untuk sebuah kebanggan tapi aku hanya ingin melihat ibu tersenyum senang atas hasil kerja keras ibu seperti ini.

Dan hari ini, aku menyerahkan togaku untuk ibu pakai sebagai tanda bahwa ibu sudah berhasil lulus menyelesaikan Tugasmu mendidikku.

Perjuangan ibu sangat luar biasa menyekolahkanku...Tidak ada ucapan apapun yang mewakili rasa terima kasihku.

Ibu, terima kasih sudah melahirkanku.

Ibu adalah inspirasi terbesarku, dan aku yakin, siapapun kamu juga seperti itu. Selamat mengingat kenangan tentang Ibu dalam hidupmu. Bersyukurlah kita sudah dilahirkan dari rahim Ibu-Ibu tangguh dan

hebat

yang tak pernah habis kasih sayangnya 

INDUSTRIALIASI PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANA NASIB PRODI ILMU KEAGAMAAN?

Oleh: Dr. Kholili Hasib Dipublikasikan ulang oleh: Ilham Akbar, M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti sainte...