22/06/22

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini


 

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini

=========================

1. Keyakinan umum...

* Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yang tepat untuk ditanamkan ilmu, agar anak tumbuh cerdas

* Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.

2. Sehingga...

Ada orang tua yang menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yang masuk prasekolah diusia 1,5-2 tahun.

3. Mari kita bercermin...

* Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi persaingan zaman?

* Apakah kita disiapkan menjadi orang tua?

* Apakah memiliki bekal yang cukup dalam mengasuh?

* Bagaimana innerchild diri kita?

4. Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua, sehingga tidak punya kesabaran & endurance untuk jadi orang tua.

5. Ilmu yang kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.

Ilmu yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yang salah).

Sayangnya false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yang salah pada sekelompok orang).

Jika orang tua tidak memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yang baik, false belief akibat ilmu yang serba tanggung itu jadi pembenaran bersama atas keputusan kita yang keliru.

6. Pintar ada waktunya!

Karena yang berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini harus jadi anak yang bahagia, bukan jadi anak yg pintar!

7. Kita berpikir...

"Kan di sekolah belajarnya sambil bermain"

"Kan anak perlu belajar sosialisasi"

"Kan anak jadi belajar berbagi & bermain bersama"

Padahal...

* Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dengan beragam orang

* Saat anak diusia dini, otak anak yang paling pesat berkembang adalah pusat perasaannya, bukan pusat berpikirnya.

8. Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!

Taukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dengan ayah ibu juga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek, petak umpet.

9. Di sekolah, mainan lebih lengkap.

Permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak dengan permainan yang siap pakai.

Contoh: karpet jadi mobil, panci jadi topi.

10. Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.

Anak <5 th belum saatnya belajar sosialisasi.

Ia belum bisa bermain bersama. Mereka baru bisa bermain bersama-sama.

Bermain bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tidak berbagi mainan yang sama (menggunakan mainan masing-masing)

Bermain bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yang sama.

11. Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.

Aturan & instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yang harus anak ikuti? Apa yg dirasakan anak?

Analogi: Seorang anak <5 thn yang sangat berbakat dalam memasak, dimasukkan ke sekolah memasak. Di sekolah itu, dia diajari berbagai aturan memasak yang banyak, dilatih oleh beberapa instruktur sekaligus. Yang dirasakan anak: pusing!

12. Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.

Kita tidak tahu kapan kanker akan muncul & dalam jenis apa.

Otaknya belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.

Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely Afraid-Angry Stress Tired).

anak yg mengalami BLAST, lebih rentan menjadi pelaku & korban bullying, pornografi & kejahatan seksual.

13. Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah...

Sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, karena memang ada anak yang mampu sekolah lebih cepat dari ketentuan umum yang berlaku. Orang tua harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada ditangan orang tua karena otak anak belum sempurna bersambungan.

14. Ciri anak memasuki masa teachable moment.

* Menunjukkan minat untuk sekolah

* Minat tersebut bersifat menetap

* Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

15. Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?

* TK A → usia 5 th

* TK B → usia 6 th

* SD → usia 7 th

Dibawah usia 5 th, anak tidak perlu bersekolah.

Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.

Jangan kau cabut anak-anak dari dunianya terlalu cepat, karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang kekanakan.

21/06/22

Terlalu Pengecut, Tak Pernah Sanggup Melupakan Saat Luka Telah Berserakan


Saat aku tahu bahwa kau tak lagi memberikan rasamu padaku, sejak saat itu pula aku memutuskan untuk berhenti mencari tahu tentangmu.

Namun, hati ini seperti memaksaku untuk terus bertahan dalam sebuah ketidakpastian akan hubungan yang cukup lama kita jalani berdua.

Terkadang, aku mengutuk diriku sebab masih menyimpan seribu harap padamu. Tetapi di sisi lain, aku masih saja melakukan hal itu.

Aku mencoba belajar mem b e n c i, tetapi sia-sia. Lalu kucoba mengingat-ingat kembali jenis-jenis luka yang kau suguhkan tempo hari, tetap saja tak berguna.

Hatiku masih seutuhnya milikmu, meski sudah banyak goresan bekas luka lama yang tak kunjung pulih dan sakitnya masih belum reda.

Kau terlalu hebat, membuatku mencintaimu dengan segala ke b o d o h a n ku yang selalu merasa baik-baik saja, ketika dengan sangat sengaja kau patahkan beberapa bagian hingga menjadi sekecil-kecilnya.

Atau mungkin karena aku, yang terlalu pengecut untuk meninggalkan dan membiarkan dia menjadikanmu seorang ratu selayaknya yang pernah kulakukan dahulu.
_____________________________

IAPW, 21 Juni 2016  

Mau sampai kapan?



Mau sampai kapan? Kamu menyukai seseorang, yang jelas-jelas dia sudah jadi milik orang lain.

Menunggu takdir mengembalikannya kepada dirimu? Ok, lakukanlah. Sampai kamu benar-benar disadarkan dan dilukai oleh kenyataan.


Salah satu cara pendidikan Sekolah di China

 

Ciri khas sekolah dasar di China adalah ada waktu tidur siang. Sekolah di Handan, Hebei ini punya ide bagus. Meja dan kursi di atur sehingga bisa jadi tempat tidur.

Anak anak sehabis makan siang, istirahat lalu tidur siang jadi begitu bangun tidur badan segar kembali dan siap menerima pelajaran kembali 😀

Andai ada di indonesia ga akan ada anak yg tidur di kelas pas jam belajar sekolah 😁

03/06/22

Kau Perempuan Terhebat

 

Kau Perempuan Terhebat

Senyummu menggetarkan dunia

Bagai bara yang luluhkan besi

Kau mahluk tuhan yang unik penuh misteri

Cantik, menarik, anggun rupawan, menawan

 

Kau diukir dari tulang rusuk Adam (konon katanya)

Begitu hebatnya dirimu

Air matamu air mata suci

Kelembutanmu seperti sutera

Kasih sayngmu melebihi samudra

Cinta kasihmu taka da hijam yang membatasi

 

Kau bukan ibu raden ajeng kartini

Kau bukan cut nyak dien

Tapi kau wanita yang hebat

Wanita yang kuat

Wanita tangguh

Kau wanita Indonesia

Wanita yang sangat mulia                                                            

Wanita penuh dedikasi

 

Otot bukan senjatamu

Pedang bukan sifatmu

Cinta, kasih sayanglah senjata terdahsyatmu

Itulah jiwa dan hatimu

 

Kau genggam dunia dengan senyummu

Kau rangkul ngarai dengan kebajikan

Kau kepal samudra dengan kelembutan

Kaulah perempuan terhebat

#29 Mei 2022

Tentang Penulis

Ilham Akbar, laki-laki pesantren pengagum malam dan semesta. Saat ini sedang dalam proses menerbitkan beberapa antologi. Jejaknya bisa dilacak di akun Instagram ; IlhamAkbar3107 atau Facebook ; Ilham Akbar Pratama Wijaya. Kicauannya kadang terselip di akun blogernya :ilhamakbar031097.blogspot.com

 

AGAR ANAK BETAH DI PONDOK PESANTREN


 AGAR ANAK BETAH DI PONDOK PESANTREN

Salah satu cara agar anak mendapat pendidikan agama dengan intensif dan baik adalah dengan memasukannya ke pondok pesantren. Namun, tak sedikit anak yang tak betah ketika mondok. Berikut beberapa tips yang harus dilakukan orang tua, agar anak betah. Semoga cocok untuk Anda dan si buah hati.

Pertama, tumbuhkan kesadaran pada anak mengapa dirinya masuk pesantren. Jauh hari sebelum hari H, bahkan satu dua tahun sebelum anak dimasukan ke pesantren, tumbuhkanlah kesadaran kepada anak mengapa dirinya harus masuk pesantren. Sehingga anak sadar, bahwa pesantren adalah pilihan yang tepat untuk memperdalam agama secara intensif dan baik. Masuk ponpes bukan untuk liburan atau berleha-leha. Jadi, tidak timbul perasaan yang tidak-tidak pada diri anak, seperti merasa dibuang atau dikucilkan oleh keluarga serta siap mental dengan fasilitas yang minim.

Kedua, orang tua harus benar-benar merelakan anaknya mondok dan jauh dari orang tua. Sehingga saat hari H melepas anak masuk pesantren, yang terlihat adalah wajah ceria dan senyuman orang tua. Insyaallah, anak akan lebih cepat betah di pondok. Sebaliknya, rasa berat hati yang tercermin dari raut muka dan air mata orang tua saat perpisahan itulah yang membuat anak jadi tidak betah. Karena wajah terakhir saat perpisahanlah yang akan terus terbayang di benak anak sampai akhirnya berjumpa kembali.

Ketiga, semangati dan berikanlah hikmah setiap masalah yang dicurhatkan anak. Bulan-bulan awal bahkan setahun pertama, anak tentu saja akan merasa berat tinggal di pesantren karena aturan dan kebiasaan yang berbeda 180 derajat dengan di rumah. Maka, setiap menengok atau ada kesempatan berkomunikasi, semangatilah terus agar anak tetap betah. Dan berilah hikmah setiap masalah yang dicurhatkan anak.

Misal, dengan kebiasaan cuci baju sendiri, bangun jam 3 pagi, jadwal makan yang ketat sekali, dan berbagai keprihatinan lain yang dirasakan anak, sampaikanlah bahwa itu semua merupakan tempaan agar mental sang anak jadi kuat dan bisa hidup mandiri. Mental yang kuat dan hidup mandiri itu sangat diperlukan saat dirinya dewasa kelak. Karena kehidupan di masa depan lebih berat lagi.

Keempat, tunjukkan rasa bangga. Setiap menjenguk, jangan lupa tunjukkan rasa bangga orang tua kepada anak yang masih bertahan di pondok. Apalagi ketika anak menunjukkan prestasinya, rasa bangga harus lebih ditunjukkan lagi.

Kelima, jangan sering menengok atau berkomunikasi dengan anak. Setiap kangen, baiknya banyak-banyak mendoakan saja, jangan sering-sering menengok atau berkomunikasi dengan anak. Karena kalau terlalu sering ditengok atau ditelepon, dikhawatirkan anak akan sulit betah di pondok dan menjadi sangat merindukan suasana di rumah.

Semoga tips di atas cocok untuk Anda dan si buah hati. Selamat mencoba. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang paham agama dan mengamalkannya dengan baik dan menjadi ladang pahala jariah kita. Aamiin.[]

#Ilham Akbar, S.Pd

 

09/05/22

Surat Cinta untuk Perempuan


Surat Cinta untuk Perempuan.

Adalah seorang perempuan dengan kepak sayap bidadari bertelapak kaki surga. Dari rahimnya lahir kehidupan-kehidupan baru. Ia perempuan yang mampu mempertaruhkan banyak hal; kecantikan, kebebasan dan ketenaran demi anaknya terurus dengan baik. Kandungannya adalah rumah ternyaman, dan buah dadanya mengalirkan sumber kehidupan. Nyawanya ia pertaruhkan demi memastikan lahirnya kehidupan baru.

Sembilan bulan adalah waktu yang cukup lama dengan penderitaan yang sangat panjang. Tubuhnya adalah tubuh kemulian yang melahirkan orang-orang hebat. Ia menyulam tangis menjadi tawa, derita menjadi suka cita, dalam pelukannya ada cinta yang tak mampu didefinisikan, dialah kesempurnaan cinta dan dialah keseriusan perjuangan.

Inilah pembuktian hebatnya cinta seorang perempuan. Ia diberi cinta, ia akan mengembalikannya berkali-kali lipat lebih besar, ia diberi ketulusan, maka hidupnya akan didedikasikan seutuhnya untukmu, ia diberi benih, maka ia akan melahirkan kehidupan.

"Salam hormat untuk kalian wanita-wanita perkasa yang sudah sangat berjasa menghadirkan kehidupan-kedupan baru."

Seribu puisi indah tak akan mampu mendefinisikan besarnya cinta kalian. Terima kasih sudah menjadi pelengkap dan bagian dari tulang dan daging kami.

 

_Ilham Akbar PW_

Sukorejo, 10 Mei 2022

 

Kelak

 

Kelak

Entah berapa penantian lagi
Semoga puisi-puisiku sampai di rumahmu dengan selamat
Puisi yang kutulis dengan serabutan ini

Semoga kelak kau menyukainya

Semoga kelak kau juga bisa mengenalnya

Dari doa-doaku yang panjang
Ada kiranya aku bertanya kepada Tuhan
Bagaimana sebuah takdir bekerja? 
Jika setiap bahagia harus dibayar dengan pengorbanan
Lalu, apakah setiap cinta harus pula dibayar dengan sebuah kehilangan?

#Ilham Akbar P.W#

24/04/22

Apa Kabar, Tanah Tumpah Darahku?

 

Apa Kabar, Tanah Tumpah Darahku?

Ku tahu usiamu kini tak lagi muda

Sudah cukup lama kau melangkah

Menuju nusantara yang sempurna

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Ku tahu sektor-sektor penghasil uang banyak berdiri di atas tanahmu

Hamparan persawahan nan hijau

Biru laut sejauh mata memandang

Langit yang ramai dengan lalu lintas penerbangan

Dan ku tahu itu semua adalah uang

Masihkah selalu berputar di tangan orang-orang bejat?

Tanpa mengalir pada kehidupan rakyat?

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Sudah baikkah kau mendidik generasimu

Tak jarang kutemui banyak di antara mereka

Yang hingga meronta-ronta agar mengenyam sekolah

Sekolah yang berdiri megah di atas kuasa tanganmu

Sudah benarkah moral yang kau tanamkan?

Sebab yanga ku tahu, hanya sekedar hormat

Bukan akhlak

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Orang-orang yang kutanya hebat duduk berbaris rapi

Merapatkan perihal Indonesia di masa mendatang

Tapi yang ku tahu kebanyakan, hasilnya

Program-program tak terjalankan

Aku tahu politik itu bejat dan koruptor itu pengkhianat

Kerena merekalah yang berbaik hati mengajarkan

Aku tahu demokrasi dan pancasila tak diamalkan dengan benar

Karena mereka dengan secara jelas melakukan dihadapan.

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Yang ku tahu kau punya keunikan diri sendiri

Seni selalu mengalir dalam tubuhmu tanpa henti

Tari-tarianmu tak pernah mati

Sekalipun majemuk, kau mampu mengatasi

Bersatu dalam satu pentas; Budaya Indonesia

Kini, masih utuhkah warisan leluhur yang kau miliki?

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Kuingat sebuah lagu, “Dari Sabang Sampai Merauke”

Dikatakan kau punya banyak gugusan pulau

Sambung-menyambung rapi berjajar

Menjadikan ketertarikan walau sekedar mengunjungi

Pesona alam berjuluk surga dunia

Semaki menguatkan keyakinanku bahwa kau memang indah

Tapi, kenapa tak benar-benar kau nikmati?

 

Apa kabar, wahai tanah tumpah darahku?

Tanamkan dalam dada generasimu

Patriotisme dan solidaritas nyata

Agar kelak jika kau kembali bertanya padamu

Kau menjawab gagah, “Aku jauh lebih baik sekarang.”


 Ilham Akbar, 25 Desember, 2020

17/03/22

Seekor ikan bertanya kepada kura-kura?

Seekor ikan bertanya kepada kura-kura?



"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...?"

Kura-kura menjawab :

“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :

“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!"

Kura-kura berkata :

"Komentar orang lain apakah penting...?

Aku tidak menghindar,

Aku tidak lari dari kenyataan,

Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku."

Ikan bertanya lagi :

"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan?"

Kura-kura menjawab :

"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.

Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian,

Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,

berbuat-lah yang terbaik

dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".

"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"

Sebaliknya

"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."

"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga ...

kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat"

"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri sebab,

Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri,

Jadi-lah pribadi yang baik....

Dan terus meneruslah berbuat baik .. 😎


15/03/22

KEMULIAAN MENUTUP AIB

 KEMULIAAN MENUTUP AIB

Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang di antaranya melihat guru SMA-nya.
Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:
"Masih ingat saya kan, pak guru?”
Gurunya menjawab, “wah maaf, tidak tuh."
Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru tidak ingat saya."
"Saya kan... murid yang dulu mencuri jam tangan punya salah seorang teman di kelas."
"Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya."
"Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya."
"Bapak menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."
"Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Bapak ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan Bapak lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."
"Setelah selesai, Pak guru menyuruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk masing-masing."
"Saya takut Bapak akan mempermalukan saya di depan murid murid lain yang semuanya teman teman saya."
"Bapak tunjukkan jam tangan itu dan Bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya."
"Selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah bicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu."
"Bapak masih ingat saya kan pak?"
"Bagaimana mungkin Bapak tidak mengingat saya??"
"Saya adalah murid Bapak, dan cerita itu adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan selama hidup saya."
"Saya sangat mengagumi Bapak. Sejak peristiwa itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar hingga sekarang saya jadi orang sukses.
Saya mencontoh semua akhlak dan sikap, juga perilaku Bapak."
Sang Guru itu pun menjawab,
"Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu, aku sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu."
"Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku..."

12/03/22

Rindu

 


Rindu tlah membius separuh logikaku. 

Memeluk,merasuk,tanpa malu malu.

Hanya dalam sujudku 

aku memohon rindu menjelma menjadi kamu

09/03/22

Shalat Istikharah

 Keutamaan Shalat Istikharah

Keutamaan sholat istikharah mampu menenangkan hati dan pikiran seperti disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 206 yang berbunyi :

 

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya,

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 116)

Dalam ayat diatas menjelaskan bahwa sesuatu yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah dan sesuatu yang baik menurut Allah sudah pasti baik bagi manusia, meskipun kebaikannya belum atau bahkan tidak dirasakan.

Nyatanya, seringkali terjadi dalam hidup sesuatu yang dianggap buruk justru memberi dampak baik bagi manusia begitu sebaliknya. Kebaikan tidak bisa diukur dengan akal manusia yang terbatas, itulah kuasa Allah swt.

Jangan pernah merasa cukup menjadi manusia baik, karena pada akhirnya kita tidak pernah tahu kebaikan yang kita semai kapan akan bisa dituai, bahkan kebaikan tidak selalu soal diri sendiri tapi juga bisa orang lain yang merasakan. Kebaikan adalah projek jangka Panjang sesuatu dari Allah.


Waktu yang Baik untuk Sholat Istikharah

Menurut Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu, membaca surat Al-Ikhlas setelah membaca surat Al-Fatihah pada rakaat kedua. Berikut cara sholat istikharah:

1. Niat

2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

3. Membaca surat Al Fatihah

4. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun

5. Ruku’ dengan tuma’ninah

6. I’tidal dengan tuma’ninah

7. Sujud dengan tuma’ninah

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

11. Membaca surat Al Fatihah

12. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas

13. Ruku’ dengan tuma’ninah

14. I’tidal dengan tuma’ninah

15. Sujud dengan tuma’ninah

16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

17. Sujud kedua dengan tuma’ninah

18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

19. Salam

02/03/22

INGIN KUKABARKAN

INGIN KUKABARKAN

Oleh : Ilham Akbar PW

Aku ingin bercerita jika senja itu sebenarnya tidak indah, karena seringkali aku menikmatinya sendiri hanya menciptakan kerinduan yang kerap membuat sesak di dada.

Aku ingin mengatakan jika jingga tidaklah merah merona selepas kepergianmu, semua nampak menjadi merah darah, bahkan angin yang berdesir 'pun hanya menamparkan getir.

Nyatanya semesta hanya melengkapi kebahagian , karena yang menciptakan bahagia itu sendiri adalah ; Kita.

Namun takdir tidak bisa dipungkir, aku kehilangan setelah menjadikanmu sebagai pelengkap kekuranganku.

Andai bisa kumengetuk pintu langit, ingin kukabarkan jika rindu yang paling menyakitkan nan semu, ialah rindu pada yang telah tiada. 

INDUSTRIALIASI PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANA NASIB PRODI ILMU KEAGAMAAN?

Oleh: Dr. Kholili Hasib Dipublikasikan ulang oleh: Ilham Akbar, M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti sainte...